Potensi Nilai Tambah Limbah Jagung Sebagai Bahan Pakan Bersuplemen Ternak Kambing Di Kelurahan Pakeng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang

Authors

  • Muhammad Jurhadi Kadir Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Yusriadi Yusriadi Program Studi Pertanian Agribisnis, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

DOI:

https://doi.org/10.35965/eco.v22i3.2012

Keywords:

Limbah Jerami Jagung, Pakan Suplemen, Ternak Kambing

Abstract

Kambing merupakan salah satu hewan ternak yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Dibandingkan hewan ternak lain seperti sapi, kuda, kerbau, kambing sangat banyak digemari terutama di daerah pedesaan setelah ayam. Selain itu kambing sangat mudah dalam pemeliharaannya. Cukup diberi makan sebanyak satu atau dua kali sehari serta makanannya sangat mudah diperoleh. Kambing yang dulunya berkeliaran di pemukiman warga kini dapat dipelihara secara intensif serta limbah-limbah yang ada dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak kambing. Limbah yang mudah diperoleh untuk dijadikan suplemen ternak kambing yaitu limbah jagung, baik yang diperoleh dari petani maupun dari pengusaha jagung giling dan bahkan dapat diperoleh dari pasar tradisional. Pengolahan yang paling tepat untuk meningkatkan kandungan limbah jagung sebagai bahan suplemen yaitu dengan membuat silase pakan ternak dengan bahan campuran seperti dedak padi, mikroba starter dan air gula. Target luaran dari kegiatan ini yaitu adanya nilai tambah limbah jagung sebagai pakan ternak kambing bersuplemen yang murah dan memiliki kandungan gizi tinggi serta mudah diperoleh karena sumbernya melimpah dipedesaan.

Goat is one of the livestock that has great potential to be developed. Compared to other livestock such as cows, horses, buffalo, goats are very popular, especially in rural areas after chickens. In addition, goats are very easy to maintain. Enough to be fed once or twice a day and the food is very easy to obtain. Goats that used to roam in residential areas can now be maintained intensively and the existing waste can be used as goat feed. Waste that is easily obtained to be used as a supplement for goats is corn waste, both obtained from farmers and milled corn entrepreneurs and can even be obtained from traditional markets. The most appropriate treatment to increase the content of corn waste as a supplement is to make animal feed silage with mixed ingredients such as rice bran, microbial starter and sugar water. The output target of this activity is the added value of corn waste as a supplementary goat feed that is cheap and has high nutritional content and is easy to obtain because the source is abundant in rural areas

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amzeri, A. (2018). Tinjauan perkembangan pertanian jagung di madura dan alternatif pengolahan menjadi biomaterial. Rekayasa, 11(1), 74-86.

Maesya, A., & Rusdiana, S. (2018). Prospek Pengembangan Usaha Ternak Kambing dan Memacu Peningkatan Ekonomi Peternak. Agriekonomika, 7(2), 135-148.

Parasmawati, F., Suyadi, S., & Wahyuningsih, S. (2013). Performan reproduksi pada persilangan kambing Boer dan Peranakan Etawah (PE). Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science), 23(1), 11-17.

Purnamaningsih, H., Indarjulianto, S., & Nururrozi, A. (2017). Potensi jerami sebagai pakan ternak ruminansia. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science), 27(1), 40-62.

Sumiati, M. S. (2022). Model Bisnis Usaha Penggemukan Ternak Kambing & Sapi di Pesantren. Media Nusa Creative (MNC Publishing).

Suparjo. (2008). Prinsip dan faktor yang berpengaruh dalam pembuatan silase.

Syamsu, J. A., Yusuf, M., & Hikmah, A. E. (2003). Kajian fermentasi jerami padi dengan probiotik sebagai pakan sapi Bali di Sulawesi Selatan. Ilmu Ternak, 3, 2-9.

Wahid. (2010). Peningkatan kualitas jerami melalui proses amoniasi dan silase sebagai pengganti rumput.

Yanuarianto, O., Amin, M., Iqbal, M., & Hasan, S. D. (2015). Kecernaan bahan kering dan bahan organik jerami padi yang difermentasi dengan kombinasi kapur tohor, Bacilluss, dan air kelapa pada waktu yang berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia, 1 (1), 47-52.

Yanuartono, Nururrozi, A., Soedarmanto, I., Purnamaningsih, H., & Rahardjo, S. (2017). Urea: Manfaat pada ruminansia. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 28(1), 10- 34.

Downloads

Published

2022-12-30