Efektivitas Karbon Aktif Kulit Salak Salacca Zalacca (Gaert) Voss Sebagai Bioadsorben Logam Tembaga (Cu) dari Limbah Laboratorium Farmasi

Authors

  • Hesty Nuur Hanifah Hesty Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Al Ghifari
  • Ginayanti Hadisoebroto Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Al Ghifari
  • Lisna Dewi Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Al Ghifari

DOI:

https://doi.org/10.35965/eco.v23i3.3887

Keywords:

Bioadsorben, Tembaga, Kulit Salak, Karbon Aktif, Limbah Laboratorium

Abstract

Kulit salak (Salacca Zalacca (Gaert) Voss) mengandung selulosa sebesar 25,85%. Selulosa merupakan polisakarida yang mengandung gugus –OH dan –COOH sehingga dapat digunakan sebagai bioadsorben untuk logam berat seperti logam tembaga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi karbon aktif kulit salak, mengetahui efektivitas karbon aktif kulit salak sebagai bioadsorben logam tembaga. Proses optimasi pH, waktu kontak dan massa ditentukan menggunakan desain uji faktorial dengan aplikasi Design Expert. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif experimental. Hasil karakterisasi karbon aktif kulit salak menunjukkan bahwa karbon aktif kulit salak mempunyai kadar air sebesar 6 %, daya serap terhadap metilen biru sebesar 212, 93 mg/g, ukuran pori-pori karbon aktif kulit salak adalah 2,11 - 5,93 µm. Hasil analisis EDS mengidentifikasi adanya unsur-unsur utama Karbon (C), Oksigen (O), Kalsium (Ca), Kalium (K), Silicon (Si), Natrium (Na), Magnesium (Mg) dengan kandungan karbon sebesar 72,45%. Karbon aktif kulit salak memiliki pH optimum 6, waktu kontak 75 menit, massa 125 mg dengan efektivitas sebesar 98,48%. Dapat disimpulkan bahwa karbon kulit salak dapat digunakan sebagai bioadsorben logam berat tembaga dari limbah laboratorium farmasi karena memiliki efektivitas adsorpsi yang tinggi dan hasil karakterisasinya memenuhi standar yang ditetapkan oleh SNI.

Salak peel (Salacca Zalacca (Gaert) Voss) contains 25.85% cellulose. Cellulose is a polysaccharide that contains –OH and -COOH groups so it can be used as a bioadsorbent for heavy metals such as copper. The aim of this research was to determine the characteristics of salak peel activated carbon, to determine the effectiveness of salak peel activated carbon as a bioadsorbent for copper metal. The optimization process for pH, contact time and mass was determined using a factorial test design with the Design Expert application. The type of research carried out was quantitative experimental research. The results of the characterization of salak peel activated carbon show that salak activated carbon has a water content of 6%, the absorption capacity for methylene blue is 212.93 mg/g, the pore size of salak peel activated carbon is 2.11 - 5.93 µm. The results of the EDS analysis identified the presence of the main elements Carbon (C), Oxygen (O), Calcium (Ca), Potassium (K), Silicon (Si), Sodium (Na), Magnesium (Mg) with a carbon content of 72 .45%. Salak activated carbon has an optimum pH of 6, contact time of 75 minutes, mass of 125 mg with an effectiveness of 98.48%. It can be concluded that salak peel carbon can be used as a bioadsorbent for the heavy metal copper from pharmaceutical laboratory waste because it has high adsorption effectiveness and the characterization results meet the standards set by SNI.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Qunaibit M.H., Mekhemer W.K. and Zaghloul A.A. (2005). The adsorption of Cu (II) ions on bentonite-a kinetic : Journal of colloid and interface science. 283(2):316-321.

Angraini, N., Emilia., A. T., & Hadiah., F. (2022). Pengaruh pH dalam Pengolahan Air Limbah Laboratorium dengan Metode Adsorpsi untuk Penurunan Kadar Logam Berat Pb, Cu, dan Cd., Jurnal Ilmu Lingkungan, Volume 20, Issue 2 : 335-343, ISSN 1829-8907.

Anwar K, Mardiyono, Harmastuti N. (2022). Karakteristik pektin kulit buah sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) dan uji kemampuan adsorpsi logam berat pada limbah laboratorium stifera semarang. Jurnal Ilmiah Sains. 8-16.

Baloga, H., Walanda, D. K., & Hamzah, B. (2019). Pembuatan Arang dari Kulit Nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai Adsorben terhadap Kadmium dan Nikel Terlarut. Jurnal Akademika Kimia, 8(1), 28-33.

Dhaneswari,P., Sula, C.G., Ulima, Z., Putri, A. (2015). Pemanfaatan Pektin Yang Diisolasi Dari Kulitdan Buah Salak (Salacca Edulis Reinw) Dalam Uji In Vivo Penurunan Kadar Kolesterol Dan Glukosa Darah Pada Tikus Jantan Galur Wistar. Khazanah, Vol. 7 No.2

Hajar, E.W.I., Sitorus, R.S., Mulianingtias, and N., Welan, F.J. (2016). Efektivitas Adsorpsi Logam Pb2+ dan Cd2+ menggunakan Media Adsorben Cangkang Telur Ayam. Konversi , Volume 5 No. 1.

Haris, A., Nurhilal, O., dan Suryaningsih, S. (2019). Pengaruh Konsentrasi Aktivator terhadap Daya Serap Iodin Arang Aktif dari Limbah Daun Ki Sabun (Filicium decipiens) dan Daun Mahoni (Swietenia mahagoni). Jurnal Material dan Energi Indonesia. Universitas Padjadjaran. 9(1): 1-7.

Jankowska, H., Swiatkowski, A., dan Choma, J. (1991). Active Carbon, London, Horwood

Jayanti, S., Sumarni, N. K., dan Musafira. (2015). Kajian Aktivasi Arang Aktif Biji Asam Jawa (Tamarindus indica Linn.) Menggunakan Aktivator H3PO4 pada Penyerapan Logam Timbal. Kovalen. (1)1: 13 – 19.

Kumar, A.R., P., Riyazuddin. (2007). Non-chromatographic hydride generation atomic spectrometric techniques for the speciation analysis of arsenic, antimony, selenium, and tellurium in water samples—a review: International Journal of Environmental and Analytical Chemistry. 87(7), 469-500

Kurniasari L, Hartati I, & Satik N. (2014). Aplikasi Low Methoxyl Pectin (LMP) Kulit Pisang sebagai Biosorben Logam Kadmium. Seminar Nasional Aplikasi Sains dan Teknologi, (pp. 239-244). Yogyakarta.

Kurniawan, R.; Lutfi, M.; Agung, W. (2014). Karakteristik Luas Permukaan Bet (Brainanear, Emmelt, dan Teller) Karbon Aktif dari Tempurung Kelapa dan Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Aktivasi Asam Fosfat (H3PO4). Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem. 1(2): 15-20.

Nugroho, Stephanus Catur Widi. (2020). Kemampuan Serbuk Kulit Salak (Salacca Zalacca) Dalam Menurunkan Kadar Fe Pada Inlet Limbah Cair Rumah Tangga Ipal Sewon Bantul. Thesis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Nurhasni, Hendrawati & Saniyyah, N. (2014). Sekam Padi untuk Menyerap Ion Logam Tembaga dan Timbal dalam Air. Jurnal Valensi. 4(1): 130-138.

Nurhayati, I., Sugito, & Ayu, P. (2018). Pengolahan Limbah Cair Laboratorium Dengan Adsropsidan Pretreatment Netralisasi dan Koagulasi. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 10(2).

Prabarini, N., dan Okayadnya, D. (2014). Penyisihan Logam Besi (Fe) pada Air Sumur dengan Karbon Aktif dari Tempurung Kemiri. Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan. 5(2): 33–41.

Safrianti, I., Wahyuni, N., Zaharah, T.A. (2012). Adsorpsi Timbal (II) oleh Selulosa Limbah Jerami Padi Teraktivasi Asam Nitrat: Pengaruh pH dan Waktu Kontak. Jurnal Kimia Khatulistiwa. 1(1): 1

Sahara, E., Dahliani, N. K., & Manuaba, I. B. P. (2017). Pembuatan dan Karakterisasi Karbon Aktif dari Batang Tanaman Gumitir (Tagetes Erecta) Dengan Aktivator NaOH. Jurnal Kimia, 174.

Standar Nasional Indonesia. (1995). “SNI 06-3730-1995: Arang Aktif Teknis”. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

SNI 06-6989.6-2004. (2004). Air dan Air Limbah- Bagian 6 : Cara Uji Tembaga (Cu) dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)-nyala. Badan Standarisasi Nasional: Bandung. 2004:1-4.

Standarisasi Nasional Indonesia., (2009). SNI.-6989-6-2009. Cara Uji Tembaga (Cu) Dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) Flame. Jakarta.

Tangio J. (2013). Adsorpsi Logam Timbal (Pb) Dengan Menggunakan Biomassa Enceng Gondok (Eichhorniacrassipes). Jurnal Entropi, VIII.

Tong, X. J., Li, J. Y., Yuan, J. H., and Xu, R. K. (2011). Adsorption of Cu (II) by biochars generated from three crop straws. Chemical Engineering Journal, 172(2-3), 828-834.

Wijayanti dan Widjajanti, E. (2017). Daya Adsorpsi Adsorben Kulit Salak Termodifikasi terhadap Krom (III). Jurnal Kimia Dasar. 6(1): 11-18.

Downloads

Published

2023-12-30