https://journal.unibos.ac.id/eco/issue/feed Jurnal Ilmiah Ecosystem 2021-08-30T00:00:00+08:00 Muhammad Idris ecosystem@universitasbosowa.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Ilmiah Ecosystem </strong>merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1180430348&amp;1&amp;&amp;">1411-3597</a> (print) dan ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1455203514&amp;1&amp;&amp;">2527-7286</a> (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa</p> <p><strong>Jurnal Ilmiah Ecosystem </strong> menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.</p> https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1101 Analisis Pendapatan dan Kesejahteraan Keluarga Petani Sawah Di Kelurahan Salomallori Kecematan Dua Pitue Kabupaten Sidrap 2021-07-16T13:44:23+08:00 Ismayanti Ismayanti ismayantiismayanti800@gmail.com Nurhapsa Nurhapsa hapsa_faktan@yahoo.co.id A. Erna Sriwahyuningsih asyamshadiq@gmail.com <p>Kelurahan Salomallori merupakan Kelurahan yang mata pencahariannya yang paling banyak adalah sebagai petani, dimana di Kelurahan ini masih kental dengan tradisinya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukn tingkat pendapatan dan kesejahteraan petani. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif, Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara dan Quisioner. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Penelitian ini terdapat 25 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan total pendapatan petani padi di Kelurahan Salomallori adalah Rp.673.229.650/panen. Nilai <em>Return Cost Ratio </em>(R/C-ratio) adalah 5 yang menunjukkan bahwa usaha tani padi layak untuk di usahatanikan karena R/C Ratio yang di dapat 5 sama dengan 1 (R/C Ratio &gt; 1) . Tingkat kesejahteraan masih tergolong cukup rendah.</p> <p><em>Salomallori village is a village with the most livelihoods being farmers, where in this Salomallori village is still thick with its traditions. This study aims to determine the level of income and welfare of farmers. The type of research used is quantitative and qualitative. The data collection techniques are observation, interview and questionnaire. The data used are secondary data and primary data. This study consisted of 25 respondents. Based on the research results, the total income of farmers in Salomallori village is Rp. 673.229/harvest. The value of return cost ratio (R/C-ratio) is 5 which indicates that rice farming is feasible to be farmed because the R/C ratio obtained is 5 equal to 1 (R/c Ratio &gt; 1). The level of welfare is still quite low.</em></p> 2021-08-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Ismayanti Ismayanti, Nurhapsa Nurhapsa, A. Erna Sriwahyuningsih https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1076 Analisis Pendapatan Petani Lada Di Desa Sanglepongan Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang 2021-06-21T23:06:14+08:00 Nur Haini nuhainiaini996@gmail.com Irmayani Irmayani irmaumpar@yahoo.co.id Yusriadi Yusriadi yusry_ady@yahoo.co.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pendapatan dan menguji kelayakan usaha tani Lada Didesa Sanglepongan Kecamatan Curio Kabupaten EnrekangMetode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang mewakili suatu daerah dengan benar, dan untuk menjangkau fakta yang terjadi di lapangan melalui kunjungan dan wawancara langsung, sehingga diperoleh gambaran secara keseluruhan mengenai pendapatan ekonomi petani lada desa sanglepongan kecamatan curiokabupaten enrekang berdasarkan berdasarkan data yang diperoleh dari rumahtangga petani..hasil penelitian menunjukkan Total pendapatan lada di daerah sanglepongan adalah Rp149.444.700/produksi. pendapatan petani cukup besar untuk digunakan menutupi kegutuhan hidup dan menunjang keuangan rumah tangga petani dikala tepuruknya harga komoditi pertanian di desa sanglepongan kecamatan Curio Kabupaten Enrekang.Nilai benefit cost ratio (B/C-ratio) adalah sebesar 2,72 menunjukkan bahwa B/C &gt;1 berarti usaha layak untuk dijalankan. Atau denga kata lain pendapatan lebih besar dari total biaya yang dikeluarkan maka usaha ladadi desa sanglepongan di Kecamatan Curio Kabupaten Enekang layak untuk di jalankan</p> <p><em>This study aims to determine the level of income and test the feasibility of farming in the Village of Sanglepongan, Curio District, Enrekang Regency.The research method used is a survey method that aims to get a picture that represents an area correctly, and to reach the facts that occur in the field through visits and interviews. Directly, in order to obtain an overall picture of the economic income of pepper farmers in sanglepongan village, curio district, enrekang district based on data obtained from farmer households. The results showed that the total income of pepper in the sanglepongan area was Rp.149,444,700 / production. Farmer's income is large enough to be used to cover the necessities of life and support farmer household finances when agricultural commodity prices fall in the Sanglepongan village, Curio district, Enrekang Regency. The value of the benefit cost ratio (B / C-ratio) is 2.72 indicating that B / C&gt; 1 means the business is feasible to run. Or in other words, the income is greater than the total costs incurred for ladadi business in the village of Sanglepongan in Curio Subdistrict, Enekang Regency, which is feasible to run</em></p> 2021-08-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Nur Haini, Irmayani Irmayani, Yusriadi Yusriadi https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1074 Zonasi Tingkat Persebaran Cuaca Ekstrem Kabupaten Sorong Berbasis Geographic Information System (GIS) 2021-06-21T23:11:10+08:00 Slamet Widodo slametwdo2810@gmail.com Murshal Manaf slametwdo2810@gmail.com <p>Pengaplikasian aplikasi <em>Geographic Information System </em>(GIS) untun mengetahui zonasi tingkat persebaran cuaca ektrem di Kabupaten Sorong telah dilakukan. GIS memetakan secara tepat informasi dan kondisi wilayah sesuai tingkat kerawanan bencana yang terjadi, khususnya bencana cuaca ekstrem di Kabupaten Sorong. Data yang diambil dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sorong diolah dengan digitasi dan tabulasi melalui aplikasi GIS. Data dianalisis dengan metode deksriptif-kualitatif yaitu dengan menginterpretasi data berdasarkan data kualitatif yang didapatkan dengan fokus pada cuaca ekstrem Kabupaten Sorong meliputi suhu udara, kelembapan, tekana udara, kecepatan angin, penyinaran matahari dan curah hujan. Dari data yang didapatkan, cuaca ekstrem terjadi dibulan Mei dengan tekanan udara 1010,2 mb dan durasi penyinaran matahari terlama selama 6,1 jam. Cuaca ekstrem yang terjadi tidak menyebabkan bencana kekeringan di Kabupaten Sorong. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan informasi dan evaluasi bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sorong dalam mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem sehingga mengurangi dampak yang ditimbulkan dari cuaca ekstrem yang akan terjadi Kabupaten Sorong. </p> <p><em>The application of the Geographic Information System (GIS) to determine the zoning level of extreme weather in Sorong Regency has been carried out. GIS application accurately to show informations and conditions of the area according to the level of vulnerability of disasters, especially extreme weather in Sorong Regency. Data from the Meteorology, Climatology and Geophysis Agency of Sorong were processed by digitizing and tabulating through the GIS application. Data were analyzed using descriptive-qualitative method by interpreting data based on qualitative data obtained with a focus on extreme weather in Sorong Regency including air temperature, humidity, air pressure, wind speed, solar radiation and rainfall. From the data has obtained that the extreme weather occurs on May with air pressure at 1010,2 mb and the longest sunshine duration at 6,1 hours. The extreme weather that occurred did not cause drought in Sorong Regency. The result of this research can be used as information and evaluation for the government and the citizen of Sorong Regency to anticipate the occurance of extreme weather so can to reduce the impact of the extreme weather that will occur in Sorong Regency.</em></p> 2021-08-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Slamet Widodo, Murshal Manaf https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1072 Introduksi Nilai-Nilai Lokal Pada Pemasaran Minyak Kelapa Khas Mandar 2021-06-21T23:15:11+08:00 Musmawati Musmawati musmawati85@gmail.com Irmawati Irmawati irmaumpar@yahoo.co.id Abdul Azis Ambar azisumpar1972@gmail.com <p>Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dimana dalam mendapatkan data menggunakan beberapa metode seperti metode wawancara, dokumentasi, observasi dan dokumentasi dimana data yang didapatkan dikelolah dengan cara mereduksi data kemudian menyajikan data dan melakukan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Introduksi nilai-nilai lokal pemasaran minyak kelapa mandar terdapat pada acara adat pernikahan mandar yaitu <em>Maccanring </em>dan <em>Metindor</em>.Keluarga mempelai laki-laki biasanya membawa pakaian shalat, lemari, peralatan dapur, peralatan mandi, kelapa, buah-buahan serta minyak kelapa mandar.Menggunakan promosi dalam pemasaran minyak kelapa mandar dengan landasan meningkatkan nilai-nilai lokal.Introduksi nilai-nilai lokal masih sangat dibutuhkan pengelolah minyak kelapa mandar pada kondisi saat ini.Perkembangan teknologi dan komunikasi berpengaruh terhadap strategi perencanaan pemasaran. Dan Pelaksanaan strategi pemasaran berdasarkan prinsi-prinsip nilai lokal yang diterapakan dalam berbisnis boleh saja mencari keuntungan sebanyak-banyaknya asal jangan sampai merugikan konsumen ataupun pedagang lain. Cara berdagang sesuai denganJujur dalam menakar dan menimbang, halal, baik mutu atau kualitas minyak kelapa mandar.</p> <p><em>The type of research is gualitative research where obtaining data using sereval methods ,observation,where the data obtained. Based on the results of the study,shows that the introduction of the local value of mandar Coconut oil,marketing can be found at the mandar wedding ceremony namely’Maccanring and metindor “.The groom’s family usually brings prayer clothes ,cupboards,kitchen utensil,toiletries,Coconut,fruits and mandar Coconut Oil.Using promotion in the marketing of mandar Coconut oil in the basic of increasing the introduced local values.Local values are still very much needed by mandars coconut oil processor at current conditions.The development of technology and communication affects the marketing planning strategy and the implementation of marketing strategis based on principles of local values that are applied is doing bussines,it is possible to seek as much profil as possible as long as it does not harm consumers or other traders. How to trade in accordance with Islamic principles,namely honestly and measuring and weighing,halal both qualityor quality of mandar coconut oil</em></p> 2021-08-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Musmawati Musmawati, Irmawati Irmawati, Abdul Azis Ambar https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1073 Dampak Restocking Terhadap Nilai Produksi Ikan Di Danau Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang 2021-06-21T23:13:02+08:00 Mukhlis Mukhlis mukhlis.aquaculture.freshwater@gmail.com B Abdullah mukhlis.aquaculture.freshwater@gmail.com Henny Setiawati mukhlis.aquaculture.freshwater@gmail.com <p>Danau Sidenreng merupakan salah satu ekosistem perairan tawar yang potensial di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Sidenreng Rappang. Pengelolaan sumberdaya perikanan Danau Sidenreng yaitu pemanfaatan sumberdaya ikan dan berkelanjutan guna meningkatkan taraf hidup/kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat nelayan Danau Sidenreng serta mendukung ketahanan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan daripada kegiatan <em>restocking</em> terhadap nilai produksi ikan di Danau Sidenreng kabupaten Sidrap. Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Danau Sidenreng yang berada di tiga kecamatan yakni Kecamatan Watang Sidenreng, Kecamatan Tellu Limpoe dan Kecamatan Panca Lautang. Hasil penelitian, Kegiatan <em>restocking</em> berdampak terhadap nilai produksi ikan di Danau Sidenreng dan Penurunan nilai produksi ikan disebakan jenis alat tangkap yang digunakan nelayan/RTP, dimana berdasarkan hasil analisis uji T-Test perbandingan antara jenis alat tangkap dan nilai produksi ikan diperoleh output dengan dengan nilai t hitung (6.794) &gt; t tabel (1.65309) dan nilai sig &lt; sig a. Ini berarti H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis alat tangkap memberikan pengaruh terhadap nilai produksi ikan di Danau Sidenreng.</p> <p><em>Lake Sidenreng is one of the potential freshwater ecosystems in South Sulawesi, especially in Sidenreng Rappang Regency. Management of Lake Sidenreng fishery resources, that is the use of fish resources and sustainably to improve the standard of living/welfare of the community, especially the fishing community of Lake Sidenreng and support local food security.This research was conducted in the Sidenreng Lake area, which is located in three sub-districts, that is Watang Sidenreng District, Tellu Limpoe District and Panca Lautang District. The results of the study, restocking activities have an impact on the value of fish production in Sidenreng Lake, and the decrease in fish production value is due to the type of fishing gear used by fishermen. where based on the results of the analysis of the T-Test comparison between the type of fishing gear and the value of fish production, the output is obtained with a value of t count (6.794) &gt; t table (1.65309). </em><em>This means that H0 is rejected, so it can be concluded that the type of fishing gear has an influence on the value of fish production in Sidenreng Lake. </em></p> 2021-08-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Mukhlis Mukhlis, B Abdullah, Henny Setiawati https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1071 Review Artikel: Pemanfatan Limbah Organik Pasar Sebagai Prekursor Budidaya Lawi-Lawi Caulerpa lentillifera 2021-06-22T07:47:39+08:00 Renal Renal renal.aquaculture@gmail.com Adyatma Ridwan renal.aquaculture@gmail.com Irpan Ramadhan renal.aquaculture@gmail.com Erni Indrawati renal.aquaculture@gmail.com <p>Kebutuhan rumput laut dalam pasar domestik dan pasar internasional terus meningkat sesuai dengan data KKP pada tahun 2020, total produksi rumput laut pada tahun 2018 sebesar 213.422 ton, pada tahun 2019 sebesar 9.900.000 ton. Salah satu rumput laut yang memiliki prospek pemasaran yang cukup luas adalah lawi-lawi. Lawi-lawi <em>Caulerpa lentillifera</em>) merupakan spesies rumput laut hijau yang biasa dikenal dengan sebutan anggur laut dan tersebar di beberapa lautan tropis dan subtropis. Tujuan dari kegiatan ini adalah (1) melakukan kajian literatur budidaya <em>C. lentillifera </em>di tambak dan (2) melakukan kajian peningkatan produktivitas tambak dengan memanfaatkan limbah organik sebagai sumber hara tambak. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah melakukan <em>literatur review</em>, yaitu sebuah pencarian literatur baik nasional maupun internasional yang dilakukan dengan mereview jurnal, skripsi online dan buku. Berdasarkan hasil review dari 16 kajian yang didapat dari berbagai sumber, diantaranya 16 Jurnal (11 Jurnal Nasional dan 5 Jurnal Internasonal), 2 Skripsi Online dan 2 Buku didapatkan bahwa ada beberapa hal yang mempengaruhi pertumbuhan <em>C. lentillifera</em> yaitu, penggunaan zat pengatur tumbuh, bobot awal yang berbeda, salinitas dan jenis substrat dasar, ketersediaan unsur-unsur hara di tanah dan air, serta kedalaman yang berbeda</p> <p><em>The need for seaweed in the domestic market and the international market continues to increase according to KKP data in 2020, the total seaweed production in 2018 is 213,422 tons, in 2019 it is 9,900,000 tons. One of the seaweeds that has broad marketing prospects is lawi-lawi. Lawi-lawi Caulerpa lentillifera) is a species of green seaweed commonly known as sea grape and is distributed in several tropical and subtropical oceans. The objectives of this activity were (1) to study the literature on C. lentillifera cultivation in ponds and (2) to study the increase in pond productivity by utilizing organic waste as a source of pond nutrients. The method used in the implementation of this activity is to conduct a literature review, which is a literature search, both national and international, which is carried out by reviewing journals, online theses and books. Based on the results of reviews from 16 studies obtained from various sources, including 13 journals (8 National Journals and 5 International Journals), 1 Online Thesis and 1 Book, it was found that there were several things that influenced the growth of C. lentillifera, namely, the use of growth regulators, weight different bases, salinity and type of base substrate, availability of nutrients in soil and water, and different depths.</em></p> 2021-08-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Renal Renal, Adyatma Ridwan, Irpan Ramadhan, Erni Indrawati https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1108 Sustainability Handling Slum Settlements in Makassar City, South Sulawesi Indonesia 2021-07-16T13:36:54+08:00 Batara Surya batara.surya@universitasbosowa.ac.id Emil Salim emilsalimrasyidi@gmail.com Muhammad Idris muhammadidris.bosowa45@gmail.com <p><em>This study aims to (1) analyze the spatial integration of work as a determinant of the sustainability of the handling of slums in Makassar City; (2) analyze the direct and indirect effects of handling infrastructure, controlling environmental pollution, and socio-economic empowerment on improving the quality of slums and the sustainability of handling the slums of Makassar City. The research approach used is a sequential explanatory design, which is a combination of quantitative and qualitative research. Data obtained through observation, surveys, in-depth interviews, and documentation. The results showed that the acceleration of Makassar City development towards urban spatial integration had an impact on slum areas that developed at riverbanks and coastal areas. The results of the path analysis show that infrastructure has a direct effect on improving environmental quality by 12.46%, the direct effect of environmental pollution control on improving environmental quality by 10.69%, and the direct effect of socio-economic empowerment on handling slum settlements by 6.76%. Furthermore, the increase in Y was 63.58% and the effect of Y on Z was 67.57%. The direction of handling the Makassar City slums in the future is oriented to sustainable development including, improving the quality of infrastructure, increasing the productivity of economic ventures, increasing the capacity of government and community institutions in dealing with social problems, social conflicts, towards the creation of social cohesion, fulfillment of livable facilities that are livable and socially just.</em></p> 2021-08-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Batara Surya, Emil Salim, Muhammad Idris https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1102 Analisis Pendapatan Usaha Penyulingan Minyak Daun Cengkeh Di Desa Buntu Barana Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang 2021-07-16T13:42:09+08:00 Israwati Israwati israisra088@gmail.com Yusriadi Yusriadi yusry_ady@yahoo.co.id Nurhaedah Nurhaedah nurhaedah3372@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan 1 ) untuk mengetahui berapa besar pendapatan produksi penyulingan minyak daun cengkeh dalam di Desa Buntu Barana Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. 2) untuk mengetahui bagaimana tingkat kelayakan usaha penyulingan minyak daun cengkeh di Desa Buntu Brana Kecamatan Curio Kabupaten EnrekangMetode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang mewakili suatu daerah dengan benar, dan untuk menjangkau fakta yang terjadi di lapangan melalui kunjungan dan wawancara langsung, sehingga diperoleh gambaran secara keseluruhan pendapatan produksi penyulingan minyak daun cengkeh dalam di Desa Buntu Barana Kecamatan Curio Kabupaten Enrekangberdasarkan berdasarkan data yang diperoleh dari penyulingan minyak daun cengkeh. Hasil penelitian menunjukkan Total Pendapatan usaha penyulingan minyak daun cengkeh di Desa Buntu Barana adalah Rp.22.586.000 selama enam bulan produksi. Hasil pendapatan responden cukup besar untuk digunakan menutupi kebutuhan hidup dan menunjang keuangan rumah tangga petani dikala tepuruknya harga komoditi pertanian utama pengusaha penyulingan minyak daun cengkeh sebagai sampel di daerah penelitian.Kelayakan usaha penyulingan minyak daun cengkeh yang diperoleh sebesar 1,42 bahwa usaha termasuk kategori layak dengan hasil R/C Ratio &gt; 1,42 maka usaha tersebut layak untuk dikembangkan.</p> <p><em>This study aims 1) To determine how much income from the production of clove leaf oil distillation in Buntu Barana Village, Curio District, Enrekang Regency. 2) To find out the feasibility level of the business of clove leaf oil refining in Buntu Brana Village, Curio District, Enrekang Regency. The research method used is a survey method that aims to get a picture that represents an area correctly, and to reach the facts that occur in the field through visits and Direct interviews, in order to obtain an overall picture of the production income of clove leaf oil distillation in Buntu Barana Village, Curio District, Enrekang Regency based on data obtained from clove leaf oil refining. The results showed that the total income of clove leaf oil refining business in Buntu Barana Village was Rp. 22,586,000 for six months of production. The respondents 'income was large enough to be used to cover their living needs and to support farmers' household finances when the prices of the main agricultural commodities of clove leaf oil refiners were sampled in the study area. The feasibility of the business of clove leaf oil refining obtained is 1.42, that the business is in the feasible category with an R / C Ratio&gt; 1.42, so the business is feasible to be developed.</em></p> 2021-08-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Israwati Israwati, Yusriadi Yusriadi, Nurhaedah Nurhaedah https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1112 Analisis Pendapatan Petani Jagung Pulut (Zea mays var. Ceratina) Di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru 2021-07-28T11:29:10+08:00 Subehan Harum subehanharun12@gmail.com Irmayani Irmayani irmaumpar@yahoo.co.id A. Erna Sriwahyuningsih subehanharun12@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani jagung pulut di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai Oktober 2020, bertempat di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. Penentuan responden di lakukan dengan metode <em>total sampling </em>yaitu semua petani yang ada di Kelurahan Mangkoso dengan jumlah sampel 37 petani. Metode analisis yang di gunakan adalah pendapatan dan kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi jagung pulut dalam satu kali musim tanam di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru sebesar 4.480/ tongkol dan rata-rata penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp. 3.499.135/ are, sedangkan total biaya yang dikeluarkan petani rata-rata sebesar Rp. 1.500.623/ are dan pendapatan usahatani jagung pulut di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru Rp. 1.998.512/ are.</p> <p><em>This study aims to determine the income of pulut corn farmers in Mangkoso Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency. This research was conducted in August 2020 to October 2020, located in Mangkoso Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency. Determination of respondents was done by total sampling method, namely all farmers in Mangkoso Village with a total sample of 37 farmers. The analysis method used is income and eligibility. The results showed that the average production of pulut corn in one planting season in Mangkoso Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency was 4,480 / ear and the average income obtained by farmers was Rp. 3,499,135 / acre, while the total cost incurred by farmers is an average of Rp. 1,500 623 / acre and income from pulut corn farming in Mangkoso Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency Rp. 1,998,512 / are</em></p> 2021-08-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Subehan Harum, Irmayani Irmayani, A. Erna Sriwahyuningsih https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1109 Analisis Pendapatan Usaha Gula Aren Di Desa Buntu Pema Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang 2021-07-16T13:34:50+08:00 Irmayani Irmayani irmaumpar@yahoo.co.id Irna Sari saryirnha@gmail.com Andi Erna Sriwahyuningsih asyamshadiq@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha gula aren di Desa Buntu Pema Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang mewakili suatu daerah dengan benar, dan untuk menjangkau fakta yang terjadi di lapangan melalui kunjungan dan wawancara langsung, sehingga diperoleh gambaran secara keseluruhan mengenai pendapatan ekonomi rumahtanggga pengrajin Aren di Desa Buntu Pema Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang berdasarkan berdasarkan data yang diperoleh dari rumahtangga petani. Hasil penelitian menunjukkan Total pendapatan gula aren di daerah Buntu Pema adalah Rp.149.444.700/produksi. Pendapatan gula aren di Daerah Buntu Pema adalah Rp. 2.532.560 selama selama satu kali produksi.Hasil rata-rata pendapatan petani responden cukup besar untuk digunakan menutupi kegutuhan hidup dan menunjang keuangan rumah tangga petani dikala tepuruknya harga komoditi pertanian utama petani sampel di daerah penelitian.Nilai revenue cost ratio (R/C49-ratio) adalah sebesar 1,98 menunjukkan bahwa R/C&gt;1 berarti usaha layak untuk dijalankan. Atau denga kata lain pendapatan lebih besar dari total biaya yang dikeluarkan maka usaha gula aren di Desa Buntu Pema di Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang layak untuk di jalankan.</p> <p><em>This study aims to determine the income of palm sugar business in Buntu Pema Village, Curio District, Enrekang Regency</em><em>. </em><em>The research method used is a quantitative method that aims to get a picture that represents an area correctly, and to reach the facts that occur in the field through visits and direct interviews, so that an overall picture of the household income of Aren craftsmen in the dead-end village Pema Curiokabupati is obtained enrekang based on data obtained from farmer households. The results showed that the total income of palm sugar in the Buntu Pema area was IDR 149,444,700 / production. Palm sugar income in the Buntu Pema area is Rp. 2,532,560 during one production. The average yield of the respondent's farmers' income is large enough to be used to cover the necessities of life and to support farmer household finances when the prices of the main agricultural commodities of the sample farmers in the study area have fallen. The value of revenue cost ratio (R / C49-ratio) is 1.98 indicating that R / C&gt; 1 means the business is feasible to run. Or in other words, the income is greater than the total costs incurred, the palm sugar business in Buntu Pema Village in Curio District, Enrekang Regency is feasible to run.</em></p> 2021-08-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Irmayani Irmayani, Irna Sari, Andi Erna Sriwahyuningsih https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1107 Analisis Marjin dan Efisiensi Saluran Pemasaran Produksi Bawang Merah (Allium ascolanicum L.) Di Desa Banti Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang 2021-07-16T13:39:46+08:00 Irmayani Irmayani irmaumpar@yahoo.co.id Hasnawati Hasnawati irmaumpar@yahoo.co.id A. Erna Sriwahyuningsih asyamshadiq@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis marjin dan efisiensi pemasaran produksi bawang merah desa Banti Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang.Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yaitu bulan September sampai November 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran bawang merah didesa Banti Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang yaitu: Saluran I : Petani ke Pedagang pengumpul kemudian ke Pedagang pengecer lalu Konsumen akhir Saluran II : Petani ke Pedagang pengecer kemudian ke Konsumen akhir, Marjin pemasaran tiap lembaga pemasaran yaitu saluran I Petani memperoleh keuntungn sebesar Rp 2.997 /Kg, pedagang pengumpul sebesar Rp 1.562 /Kg, pedagang pengecer sebesar Rp 1.572 /Kg dan saluran II Petani memperoleh keuntungan sebesar Rp 2.942 /Kg pedagang pengecer Rp 2000 /Kg. Tingkat efisiensi saluran pemasaran bawang merah desa Banti menunjukkan bahwa saluran II lebih efisiensi debanding saluran I dengan nilai 3,85% dan saluran II 4.59%.</p> <p><em>This study aims to analyze the margin and marketing efficiency of shallot production in Banti Village, Baraka District, Enrekang Regency. This research was conducted for three months, from September to November 2020.</em> <em>The results showed that there were two marketing channels for shallots in Banti Village, Baraka District, Enrekang Regency, namely:</em> <em>Channel I</em> <em>: Farmers to collecting traders then to retailers and then final consumersChannel II</em> <em>: Farmers to retailers then to final consumers</em> <em>The marketing margin of each marketing agency, namely channel I Farmers get a profit of IDR 2,997 / Kg, collectors IDR 1,562 / Kg, retailers IDR 1,572 / Kg</em> <em>and channel II Farmers get a profit of Rp. 2,942 / kg retailers Rp. 2000 / kg. The efficiency level of the Banti village's shallot marketing channel shows that channel II is more efficient with channel I debanding with a value of 3.85% and channel II is 4.59%</em></p> 2021-08-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Irmayani Irmayani, Hasnawati Hasnawati, A. Erna Sriwahyuningsih https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1111 Kajian Lokasi Rawan Bencana Banjir Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Walanae Kecamatan Dua Boccoe Kabupaten Bone 2021-07-22T13:32:14+08:00 Andi Musfida andimuspida63@gmail.com Murshal Manaf andimuspida63@gmail.com A. Gusti Tantu andimuspida63@gmail.com Hadijah Hadijah andimuspida63@gmail.com Syafri Syafri andimuspida63@gmail.com Kastono Kastono andimuspida63@gmail.com <p>Bencana Banjir yang sering melanda Kabupaten Bone khususnya Kecamatan Dua Boccoe bukan hal baru. Dalam 20 tahun terakhir, Kecamatan ini sudah identik dengan kawasan banjir yang di sebabkan oleh curah hujan yang tinggi sehingga DAS Walanae meluap. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif kualitatif atau penelitian terapan. Penelitian kualitatif merupakan penelitian non matematis dengan proses menghasilkan data-data dari hasil temuan berupa Observasi Lapangan. Analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan Overlay (<em>Superimpose</em>). Dari hasil analisis data diketahui yang sangat berpotensi banjir ada 8 kelurahan/desa, yang meliputi Kelurahan Unyi, Desa Uloe, Desa Pekkasalo, Desa Kampoti, Desa Tocina, Desa Tawaroe, Desa Solo, dan Desa Matajang. Dengan seluas 131 km<sup>2</sup>, dan tinggi genangan eksisting ± 100-200 cm den periode genangan 10 jam menyebabkan Kecamatan Dua Boccoe sangat berpotensi terkena banjir. </p> <p><em>Floods is one of disaster that often hit Bone Regency, especially Dua Boccoe Subdistrict. In the last 20 years, flood that happened in this sub-district caused by high rainfall so that the Walanae watershed overflows. The research conducted is descriptive qualitative or applied research. Qualitative research is a non-mathematical research with the process of generating data from the findings in the form of field observations. The analysis used in this research is qualitative descriptive analysis using the Overlay (Superimpose) approach. From the results of data analysis, it is known that there are 8 sub-districts/villages with high potential for flooding, which include Unyi Village, Uloe Village, Pekkasalo Village, Kampoti Village, Tocina Village, Tawaroe Village, Solo Village, and Matajang Village. With an area of 131 km2, and an existing inundation height of ± 100-200 cm with an inundation period of 10 hours, Dua Boccoe District is very potentially affected by flooding</em></p> 2021-08-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Andi Musfida, Murshal Manaf, A. Gusti Tantu, Hadijah Hadijah, Syafri Syafri, Kastono Kastono https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1124 Penggunaan Pakan Bermethamorfosis Pada Perbenihan Udang Windu Penaeus monodon Di Kabupaten Barru 2021-08-05T10:29:14+08:00 Sutia Budi sutiab@yahoo.com Amal Aqmal sutiab@yahoo.com <p>Perkembangan perbenihan udang windu mengalami kemajuan yang sangat pesat, hal ini didukung oleh usaha budidaya yang intensif dengan penerapan teknologi perbenihan yang cukup meningkat, harga yang tinggi dipasar lokal maupun internasional, dan peluang yang luas telah membuat udang windu menjadi komoditas harapan bagi para pengusaha sehingga banyak yang berani menanamkan modal bisnis udang windu ini. Kegiatan pembenihan di Sulawesi Selatan khususnya Desa Kupa Kabupaten Barru merupakan sentra pengembangan Pembenihan Udang Windu. Kegiatan pembenihan mulai dari skala rumah tangga sampai industri. Teknologi dan formulasi pakan yang dikembangkan oleh kelompok dan masyarakat perbenihan belum optimal dalam mendukung peningkatan produksi benih Udang Windu sehingga diperlukan paket teknologi dan formulasi pakan dalam pembenihan udang windu sebagai salah satu solusi dalam optimalisasi peningkatan produksi.</p> <p><em>The development of tiger shrimp hatchery is progressing very rapidly, this is supported by intensive cultivation efforts with the application of improved seed technology, high prices in local and international markets, and wide opportunities that have made tiger prawns a commodity of hope for entrepreneurs. who dared to invest in this tiger prawn business. Hatchery activities in South Sulawesi, especially Kupa Village, Barru Regency are the center for the development of Windu Shrimp Hatchery. Hatchery activities range from household to industrial scale. Technology and feed formulation developed by hatchery groups and communities have not been optimal in supporting the increase in tiger shrimp seed production, so technology packages and feed formulations in tiger shrimp hatchery are needed as a solution in optimizing increased production. </em></p> 2021-08-24T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Sutia Budi, Amal Aqmal https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1126 Penggunaan Edible Coating Dalam Pengawaten Buah Kelengkeng Dimocarpus longan Lour 2021-08-17T19:20:17+08:00 Suriana Laga suriana.laga@gmail.com Saiman Sutanto alif.tokutatsu@gmail.com Fatmawati Fatmawati suriana.laga@gmail.com Abd. Halik suriana.laga@universitasbosowa.ac.id Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri suriana.laga@universitasbosowa.ac.id <p>Masalah yang sering muncul pada buah-buahan adalah adalah cepatnya mengalami kerusakan karena proses respirasi dan transpirasi sehingga akan memperpendek umur simpan. Salah satu upaya memperpanjang kesegaran buah Kelengkeng dengan pemakaian <em>Edible Coating</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan <em>Edible Coating</em> sebagai pengemas buah Kelengkeng selama penyimpanan. Perlakuan penelitian terdiri atas aplikasi <em>Edible Coating</em> (Kontrol) dan lama penyimpanan (1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, 5 hari dan 6 hari). Parameter yang diamati adalah susut berat, kadar air dan warna. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua kali ulangan. Pengaruh perlakuan aplikasi <em>Edible Coating</em> dan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap susut berat, kadar air dan warna buah Kelengkeng. Penggunaan <em>Edible Coating</em> sebagai pelapis mampu mengurangi susut berat buah Kelengkeng, mempertahankan kadar air dan warna buah Kelengkeng selama penyimpanan.</p> <p><em>The problem that often arises in fruits is that they are quickly damaged due to the respiration and transpiration processes so that they will shorten their shelf life. One of the efforts to extend the freshness of Longan fruit is by using Edible Coating. This study aims to determine the ability of Edible Coating as a packaging for longan fruit during storage. The research treatment consisted of Edible Coating application (Control) and storage time (1 day, 2 days, 3 days, 4 days, 5 days and 6 days). Parameters observed were weight loss, moisture content and color. The experimental design used was a completely randomized design with a factorial pattern with two replications. The effect of Edible Coating application treatment and storage time had a very significant effect on weight loss, moisture content and color of Longan fruit. The use of Edible Coating as a coating is able to reduce the weight loss of longan fruit, maintain water content and color of longan fruit during storage</em></p> 2021-08-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Suriana Laga, Saiman Sutanto, Fatmawati Fatmawati, Abd. Halik, Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1077 Kontribusi Social Support Dan Hardiness Terhadap Academic Resilience Pada Mahasiswa Yang Mengerjakan Skripsi Di Kota Makassar 2021-06-21T23:03:49+08:00 Titin P. Florentina titin.flo@gmail.com Arie H. Z. Gunawan titin.flo@gmail.com A. Kemala Andini titin.flo@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah social support dan hardiness berkontribusi terhadap <em>academic resilience</em> pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi mahasiswa semester akhir yang mengerjakan skripsi di Kota Makassar dan berusia 18-40 tahun. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 360 responden. Alat ukur yang digunakan yaitu skala social support yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan pada teori social support oleh Sarafino &amp; Smith, skala hardiness yang diadaptasi berdasarkan teori Benishek &amp; Lopez, dan skala <em>academic resilience</em> berdasarkan teori Martin &amp; Marsh yang dimodifikasi oleh peneliti. Data dianalisis menggunakan teknik regresi berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 20. Hasil analisis menunjukkan bahwa <em>social support</em> dan hardiness berkontribusi terhadap <em>academic resilience</em> sebanyak 47%. Sedangkan secara terpisah, penelitian ini menunjukkan bahwa social support berkontribusi terhadap <em>academic resilience</em> sebanyak 33.7%, dan hardiness berkontribusi terhadap <em>academic resilience</em> sebanyak 13.2%. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian terdapat kontribusi <em>social support</em> dan <em>hardiness</em> terhadap <em>academic resilience</em> pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Kota Makassar.</p> <p><em>This study aims to determine whether social support and hardiness contribute to academic resilience in students working on thesis in Makassar City. This study uses a quantitative approach with a population of final semester students working on thesis in Makassar City and aged 18-40 years. The sample in this study amounted to 360 respondents. The measuring instrument used is the social support scale which was made by the researcher based on the social support theory by Sarafino &amp; Smith, the hardiness scale adapted based on the Benishek &amp; Lopez theory, and the academic resilience scale based on the Martin &amp; Marsh theory modified by the researcher. The data were analyzed using multiple regression techniques with the help of the SPSS 20 application. The results of the analysis showed that social support and hardiness contributed to academic resilience as much as 47%. Meanwhile, separately, this study shows that social support contributes to academic resilience as much as 33.7%, and hardiness contributes to academic resilience as much as 13.2%. The results of the analysis show that Ha is accepted and Ho is rejected. Thus, there is a contribution of social support and hardiness to academic resilience for students working on thesis in Makassar City.</em></p> 2021-08-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Titin P. Florentina, Arie H. Z. Gunawan, Kemala Andini, https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1131 Partisipasi Masyarakat Dalam Program Sedekah Sampah Di Masjid Raudatul Jannah Yayasan Khairu Ummah Makassar 2021-08-22T09:32:48+08:00 Andi Zulfikar Syaiful syaifulzulfikar@yahoo.com Muh. Fikruddin syaifulzulfikar@yahoo.com Jumadil Jumadil syaifulzulfikar@yahoo.com Djusdil Akrim syaifulzulfikar@yahoo.com Nani Anggraini syaifulzulfikar@yahoo.com <p>Sedekah Sampah adalah salah satu bentuk pengelolaan sampah partisipatif menggunakan pendekatan keagamaan. Kegiatan ini dilakukan telah dilakukan oleh Pengurus Masjid Raudatul Jannah Yayasan Khairu Ummah Makassar secara rutin dua kali sebulan sejak Maret 2021. Sedekah sampah telah memberikan manfaat secara ekonomi, sosial, dan lingkungan, yaitu selain mereduksi volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), hasil penjualan sampah telah digunakan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun kegiatan ini masih menghadapi masalah, yaitu rendahnya partisipasi masyarakat (hanya sekitar 20%). Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan sedekah sampah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif, pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan, sebagian besar masyarakat telah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang pentingnya kebersihan lingkungan. Namun pengetahuan dan sikap masyarakat masih rendah terkait metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan program sedekah sampah. Perbaikan fasilitas dan peningkatan keterlibatan tokoh masyarakat dalam mensosialisasikan dan memfasilitasi pelaksanaan program sedekah sampah adalah dua hal yang perlu dilakukan. Usaha untuk meningkatkan manfaat sedekah sampah secara ekonomi, sosial, dan lingkungan kepada masyarakat perlu dilanjutkan agar masyarakat yang telah merasakan manfaatnya akan mengikuti program ini dengan sukarela</p> <p><em>Waste sadaqah is a form of participatory waste management using a religious approach. This activity is carried out by the Raudatul Jannah Mosque Management, Yayasan Khairu Ummah Makassar, regularly. twice a month since March 2021. Waste sadaqah has provided economic, social and environmental benefits. In addition to reducing the amount of waste transported to the waste landfill site (TPA), the financial profits from the sale of waste had used for social activities. However, this activity still faces problems. The low level of community participation (only about 20%) is the main problem. The aim of this research is to analyze factors that influence the low level of community participation in Waste Sadaqah activities. This research is qualitative-descriptive research. Data collection is carried out using interview, observation and documentation techniques. Based on interviews and observations conducted, most of the people already have good knowledge and attitudes about the importance of environmental cleanliness; but low in term of the 3R (Reduce, Reuse, Recycle) method and the waste sadaqah program. Improvement of facilities and increasing involvement of community leaders in socializing and facilitating the implementation of the waste sadaqah program are two things that need to be done. Efforts to increase the economic, social and environmental benefits of waste sadaqah to the community need to be continued so that people who have felt the benefits will participate in this program voluntarily</em></p> 2021-08-29T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Andi Zulfikar Syaiful, Muh. Fikruddin, Jumadil Jumadil, Djusdil Akrim, Nani Anggraini https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1129 Status Sosial Dan Jumlah Uang Panai Pada Proses Perkawinan Suku Bugis Di Kelurahan Raya Kecamatan Turikale Kabupaten Maros 2021-08-21T18:44:18+08:00 Islamiyah Islamiyah islamiyah470@gmail.com Asmirah Asmirah islamiyah470@gmail.com Syamsul Bahri islamiyah470@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelapisan sosial suku Bugis dan juga untuk mengetahui bagaimana keterkaitan antara status sosial dan jumlah uang <em>panai</em> pada proses perkawinan suku Bugis di Kelurahan Raya Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Metode penelitian yang dilakukan dimulai dengan penentuan jenis penelitian, lokasi penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data dan keabsahan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dengan informan dan melakukan dokumentasi. Data yang telah dihimpun dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan pola pikir induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan sosial suku Bugis di Kelurahan Raya Kecamatan Turikale Kabupaten Maros terdiri atas tiga lapisan, yaitu <em>puang, daeng </em>dan<em> ata</em>. Dalam penentuan jumlah uang <em>panai</em> tinggi rendahnya tidak terlalu dipengaruhi oleh status sosial seseorang dalam suku Bugis apabila tidak ditunjang dengan faktor pendidikan, ekonomi yang baik dan konisi fisik calon mempelai wanita dan juga menjadi penentu jumlah uang panai adalah pihak keluarga itu sendiri dimana harus berdasarkan hasil kesepakatan bersama.</p> <p><em>This study aims to find out how the social layering of the Bugis tribe is and also to find out how the relationship between social status and the amount of panai money in the Bugis ethnic marriage process is in the Raya Village, Turikale District, Maros Regency. The research method carried out begins with determining the type of research, research location, data collection techniques, data analysis and data validity. Data collection techniques in this study were carried out by means of observation, interviews with informants and documentation. The data that has been collected was analyzed using a descriptive method with an inductive mindset. The results of the research show that the social stratification of the Bugis tribe in the Raya Village, Turikale District, Mares Regency consists of three layers, namely puang, daeng and ata. In determining the amount of penai high and low, it is not too influenced by a person's social status in the Bugis tribe if it is not supported by factors of education, a good economy, and the physical condition of the prospective bride and also what determines the amount of panai money is the family itself which must based on mutual agreement. </em></p> 2021-08-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Islamiyah Islamiyah, Asmirah Asmirah, Syamsul Bahri https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1128 Pola Hubungan Sosial Pengguna Kartu BPJS Kesehatan 2021-08-21T19:04:56+08:00 Djaenap Suma jainap.suma18@gmail.com M. Rusdi Maidin jainap.suma18@gmail.com Harifuddin Halim jainap.suma18@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami interaksi sosial antara pihak Rumah Sakit Umum Daerah Ende dengan pasien dalam masalah kesehatan bagi pengguna kartu BPJS. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, Data tersebut diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan para informan, disamping studi dokumentasi dan studi pustaka. Penentuan informan dilakukan secara porposive sampling. Dalam hal ini adalah masyarakat pengguna kartu BPJS dan pihak rumah sakit yaitu dokter, perawat dan staf rumah sakit. Rumah sakit yaitu dokter, perawat dan staf rumah sakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi sosial pihak Rumah Sakit Umum Daerah dengan Pasien Pengguna BPJS Kesehatan adalah interaksi pihak Rumah Sakit dengan pasien pengguna BPJS dalam proses pemeriksaan kesehatan, interaksi pihak Rumah Sakit dengan pengguna BPJS dalam proses penyembuhan penyakit, dan interaksi pihak Rumah Sakit dengan pasien pengguna BPJS dalam pemulihan kesehatan. Kemudian kendala-kendala interaksi sosial antara pihak Rumah sakit Umum Daerah dengan Pasien Pengguna BPJS Kesehatan adalah kendala dalam proses pemeriksaan kesehatan, kendala dalam proses penyembuhan penyakit, dan kendala dalam pemulihan kesehatan.</p> <p><em>This study aims to understand the social interaction between the Ende Regional General Hospital with patients in health problems for BPJS card users. This research was conducted through a qualitative-descriptive approach. The data was obtained through observation, in-depth interviews with informants, in addition to documentation and study studies References. Determination of the informants was done by purposive sampling. in this case the public BPJS card users and hospitals, namely doctors, nurses and hospital staff. hospitals, namely doctors, nurses and hospital staff. The results of the study show that social interaction between the Regional Public Hospital and Patients using BPJS Health Patients is an interaction Hospital side with patients using BPJS in the process of health examination, interaction between the Hospital and BPJS users in the process of healing the disease, and interaction between the Hospital and patients using BPJS in health recovery. Then the constraints of social interaction between the Regional General Hospital and Patients Users of the Health BPJS are obstacles in the process of health checks, obstacles in the process of healing the disease, and obstacles in health recovery.</em></p> 2021-08-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Djaenap Suma, M. Rusdi Maidin, Harifuddin Halim https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1127 Uang Panai Dalam Budaya Bugis-Makassar 2021-08-21T19:05:12+08:00 Ibrahim Kadir ikadir533@gmail.com Nurmi Nonci ikadir533@gmail.com Harifuddin Halim ikadir533@gmail.com <p>Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami dan mengetahui Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap uang panai dan dampak sosial uang panai terhadap masyarakat di Kab. Pangkep. Dalam penelitian ini digunakan dua jenis data, pertama data primer yakni data yang diperoleh secara langsung dilapangan, dan data sekundcr yaitu data yang diperoleh melalui studi kcpustakaan. Teknik pengumpulan dat pun dilakukan dengan dua cara yaitu Penelitian Lapangan (Field Research) dilakukan dengan cara wawancara bersama pihak-pihak terkait lmtuk diperoleh data primer dan Penelitian Kepustakaan (Library Research) dilakukan dengan cara membaca serta menelaah literatur maupun buku-buku serta peraturan Undang-Undang yang terkait dengan masalah yang di teliti untuk mendapatkan data sekunder. Perjanjian pembayaran uang panai merupakan syarat pinangan berupa uang pembayaran pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Uang panai’ yang diberikan oleh mempelai laki-laki jumlahnya lebih banyak dari Mahar. Secara sosial wanita mempunyai kedudukan yang tinggi dan dihormati. Selain itu uang panai juga merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap wanita yang akan dinikahinya tersebut. Tetapi dengan fenomena Uang Panai’ yang terbilang tidak sedikit nominalnya banyak pemuda-pemuda yang mengucilkan harapannya untuk segera menikah, malah tidak jarang mempengaruhi psikologi seseorang untuk melakukan hal-hal yang tidak lazim, misalnya kasus pemuda yang membawa lari atau mengajak kabur anak gadis orang (silariang).</p> 2021-08-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Ibrahim Kadir, Nurmi Nonci, Harifuddin Halim https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1130 Kohesi Sosial Masyarakat Kaimana Di Tengah Konflik Papua 2021-08-21T18:43:37+08:00 Kanisius Laga Doni kanasiuslagadoni95@gmail.com Husain Hamka kanasiuslagadoni95@gmail.com Andi Burchanuddin kanasiuslagadoni95@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis Kohesi Sosial Masyarakat Kaimana Di Tengah Konflik Papua. Kegunaan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana tindakan sosial masyarakat di kabupaten Kaimana di tengah konflik Papua. Objek penelitian ini adalah stakeholder dan masyarakat kabupaten Kaimana dengan memilih 5 informan. Dengan menggunakan metode kualitatif, dan menggunakan <em>purposive sampling </em>teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesempatan kerja dalam pemerintahan serta kesempatan memperoleh pendidikan masyarakat asli papua dan non papua mempunyai kesempatan yang sama dan selalu menjaga hubungan keharmonisan yang sudah di tanamkan sejak dahulu sehingga isu konflik papua tidak menjadi domain untuk memecah belah persaudaraan yang ada di kabupaten Kaimana. Bentuk kohesi <em>social</em> yang di lakukan adalah dengan cara sikap saling menghargai dan saling menghormati. Masyarakat Kaimana dalam merespon isu rasisme dengan solidaritas yang sangat kuat sehingga menggelar demonstrasi dengan aksi damai serta lebih bijak dan mengedepankan rasa persaudaraan, peran <em>stakeholder </em> sangat di butuhkan terkait perkembangan masyarakat melalui kebijakan atau sosialisai serta himbauan terhadap masyarakat.Dalam hal ini masyarakat dan stakeholder tak dapat di pisahkan melainkan kerja sama sehingga terwujudanya masyarakat kaimana yang sejahtera dan menjauhkan masyarakat dari konflik yang memecah bela masyarakat.</p> <p><em>This study aims to examine and analyze the social cohesion of the Kaimana people in the midst of the Papua conflict. The purpose of this research is to describe the social actions of the people in Kaimana district in the middle of the Papua conflict. The object of this research is the stakeholders and the community of Kaimana district by selecting 5 informants. By using qualitative methods, and using purposive sampling technique of sampling data sources with certain considerations. The results showed that job opportunities in government as well as opportunities to get education from indigenous Papuans and non-Papuans had the same opportunity and always maintained a harmonious relationship that had been cultivated long ago so that the issue of Papuan conflict did not become a domain to divide the brotherhood in Kaimana district. The form of social cohesion that is done is by means of mutual respect and mutual respect. The Kaimana community in responding to the issue of racism with very strong solidarity so that they held demonstrations with peaceful and wiser actions and prioritizing a sense of brotherhood, the role of stakeholders is very much needed related to community development through policies or socialization and appeals to the community. In this case the community and stakeholders cannot separated, but cooperation so as to create a prosperous community and keep people away from conflicts that divide the defense of the community.</em></p> 2021-08-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2021 Kanisius Laga Doni, Husain Hamka, Andi Burchanuddin