https://journal.unibos.ac.id/eco/issue/feed Jurnal Ilmiah Ecosystem 2022-05-04T11:59:56+08:00 Muhammad Idris ecosystem@universitasbosowa.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Ilmiah Ecosystem </strong>merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1180430348&amp;1&amp;&amp;">1411-3597</a> (print) dan ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1455203514&amp;1&amp;&amp;">2527-7286</a> (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa</p> <p><strong>Jurnal Ilmiah Ecosystem </strong> menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.</p> https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1384 Strategi Pemasaran Produk Kopi Bubuk Mondong Dusun Buntu Riri Desa Buntu Mondong Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang 2022-04-05T23:15:40+08:00 Hasriani Hasriani hasrianilanii97@gmail.com Nurhapsa Nurhapsah hapsa_faktan@yahoo.co.id Yusriadi Yusriadi yusri_ady@yahoo.co.id <p>Kabupaten Enrekang dibudidayakan kopi pengembangan di Desa Buntu Mondong Kecamatan Buntu Batu yang menghasilkan kopi yang merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan factor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) dalam Usaha Mandiri Kopi Mondong serta untuk menentukan strategi yang tepat untuk Pemasaran Produk Kopi Bubuk Mondong Di Usaha Mandiri Kopi Mondong. Adapun metode analisis yang digunakan adalah Analisis SWOT. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa factor internal dan eksternal berdasarkan pembobotan dan pemberian rating diperoleh skor untuk factor kekuatan utama di Usaha Mandiri Kopi Mondong ini adalah kualitas produk yang baik dan kelemahannya yaitu promosi produksi masih lemah, sedangkan untuk factor peluang paling mendukung pada pemasaran pada perusahaan ini adalah produksi kopi yang meningkat dan factor ancaman yang akan dihadapi adalah daerah distribusi pesaing yang luas. Strategi yang sebaiknya diterapkan pada Usaha Mandiri Kopi Mondong Di Desa Buntu Mondong Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang ini berdasarkan matriks SWOT adalah strategi strength-opportunities (SO) yaitu berupaya menggunakan kekuatan utamanya yaitu kualitas produk yang baik sehingga memperoleh peluang utamanya yaitu dapat bersaing dengan produk lain.</p> <p><em>Enrekang Regency cultivated coffee development in Buntu Mondong Village, Buntu Batu District which produces coffee which is a potential that can be developed to improve the welfare of coffee farmers. The purpose of this study was to determine the internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats) in the Mandiri Kopi Mondong Business and to determine the right strategy for Marketing Mondong Coffee Powder Products at the Mandiri Kopi Mondong Business. The analysis method used is SWOT analysis. The results of the study indicate that internal and external factors based on weighting and rating are obtained for the main strength factor in Usaha Mandiri Kopi Mondong, which is good product quality and the weakness is that production promotion is still weak, while the opportunity factor is the most supportive of marketing at this company. is the increasing coffee production and the threat factor to be faced is the wide distribution area of competitors. The strategy that should be applied to the Mondong Coffee Independent Business in Buntu Mondong Village, Buntu Batu District, Enrekang Regency, based on the SWOT matrix is a strength-opportunities (SO) strategy, which is trying to use its main strength, namely good product quality so that it gets the main opportunity, namely being able to compete with other products.</em></p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Hasriani Hasriani, Nurhapsa Nurhapsah, Yusriadi Yusriadi https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1425 Produktivitas Budidaya Perikanan Dan Perikanan Tangkap Masyarakat Sekitar Teluk Laikang Kabupaten Jeneponto 2022-05-04T11:59:56+08:00 Sri Mulyani smjournal45@gmail.com Batara Surya smjournal45@gmail.com Emil Salim Rasyidi smjournal45@gmail.com Haeruddin Saleh smjournal45@gmail.com Marwan Marwan smjournal45@gmail.com <p>Potensi pengembangan budidaya rumput laut di Jeneponto seluas 2.387,15 Ha yang tersebar pada tujuh wilayah kecamatan pesisir dengan produksi budidaya rumput laut tahun 2016 sebesar 17.044 ton kering, Penelitian ini akan dilaksanakan di kawasan pesisir Teluk Laikang Kabupaten Jeneponto. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas Budidaya Perikanan dan Perikanan Tangkap Masyarakat Sekitar Teluk Laikang Kabupaten Jeneponto Pendekatan penelitian yang digunakan adalah gabungan antara kualitatif dan kuantitatif (mixed method) dan jenis penelitian yang dipilih adalah studi kasus yang mengutamakan kualitas data. Tahap analisis data dilakukan untuk tujuan perumusan konsep dasar dan analisis data. Pekerjaan analisis data dalam penelitian ini adalah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode dan mengkatagorikan. Pengorganisasian tersebut dilakukan dengan tujuan menemukan tema penelitian guna diangkat menjadi teori substantif. Analisis data dilakukan dengan cara mengkombinasikan analisis dari data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif baik dalam bentuk tabel dan hasil tabulasi data maupun dari hasil professional judgement dan analisis kepakaran Langkah yang dipergunakan untuk penelitian kualitatif disaat yang bersamaan juga digunakan pada penelitian kuantitatif. Dari berbagai kegiatan survey di Kawasan Pesisir Teluk Laikang tahun 2021 dan data perikanan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jeneponto, ditemukan 45 spesies ikan, yang terbagi atas Ikan Pelagis Kecil, Ikan Pelagis Besar, Ikan Demensial, Ikan Karang dan Sumber Daya Udang Penaeid dan Lobster. Dari sejumlah hasil tangkapan ikan dan pengamatan di tahun 2021, Adapun Potensi sumber daya kelautan dan perikanan, antara lain (1) Sumber daya hayati, meliputi berbagai hasil perikanan laut, ekosistem mangrove, terumbu karang dan rumput laut (berpotensi untuk dilakukan pengembangan) serta beragam jenis biota laut lainnya; (2) Sumber daya non hayati, berupa pasir laut. (3) Jasa - jasa lingkungan <em>(environmental services</em>) seperti media transportasi dan komunikasi, serta energi laut.</p> <p><em>The potential for the development of seaweed cultivation in Jeneponto is 2,387.15 hectares spread over seven coastal sub-districts, with seaweed cultivation production in 2016 of 17,044 dry tons. This research will be carried out in the coastal area of Laikang Bay, Jeneponto Regency. This study aimed to determine the productivity of Aquaculture and Capture Fisheries of Communities Around Laikang Bay, Jeneponto Regency. The research approach used was a combination of qualitative and quantitative (mixed methods), and the type of research selected was a case study that prioritized data quality. The data analysis phase was carried out to formulate basic concepts and data analysis. The work of data analysis in this research is to organize, sort, classify, code and categorize. The organization is carried out to find a research theme to be appointed as a substantive theory. Data analysis is carried out by combining qualitative and quantitative data in the form of tables and data tabulation results and the results of professional assessments and expert analysis. The steps used for qualitative research are at the same time also used in quantitative research. From various survey activities in the Laikang Bay Coastal Area in 2021 and fishery data from the Fisheries and Marine Service of Jeneponto Regency, 45 species of fish were found, which were divided into Small Pelagic Fish, Large Pelagic Fish, Dental Fish, Coral Fish and Penaeid Shrimp and Lobster Resources. From many fish catches and observations in 2021, the potential for marine and fishery resources include (1) Biological resources, including various marine fishery products, mangrove ecosystems, coral reefs and seaweed (potential for development) and various other types of marine biota; (2) Non-biological resources, in the form of sea sand. (3) Environmental services such as transportation and communication media and marine energy.</em></p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Sri Mulyani, Batara Surya, Emil Salim Rasyidi, Haeruddin Saleh, Marwan Marwan https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1391 Persepsi Petani Terhadap Kegiatan Usahatani Padi Di Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Batulappa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang 2022-04-05T23:11:12+08:00 Khofifah Indah kopipaaaa@gmail.com Nurhapsa Nurhapsa hapsa_faktan@yahoo.co.id Yusriadi Yusriadi yusri_ady@yahoo.co.id <p>Covid-19 atau virus corona merupakan penyebab satu kasus penyakit <em>pneumonia</em>, kasus <em>pneumonia</em> ditemukan di Wuhan Cina pada akhir Desember 2019, sehingga membuat <em>World Health Organization</em> (WHO) menetapkan sebagai salah satu wabah yang harus segera ditangani<strong>, </strong>dampak dari pandemi Covid-19 yang dirasakan disektor pertanian adalah petani, harga produk pertanian yang mengalami penurunan drastis disebabkan daya beli masyarakat yang turun. Hal ini tidak sebanding dengan usaha dan biaya operasional yang dikeluarkan petani saat melakukan budidaya. Kebijakan pemerintah yang menyulitkan petani dalam memasarkan hasil produk budidaya berakibat produk pertanian mengalami kemunduran mutu dan membusuk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi petani terhadap 1) kegiatan usahatani padi 2) pengetahuan petani 3) fungsi kelompok tani 4) motivasi petani pada kegiatan usahatani padi di masa pandemi covid-19 di Desa Batulappa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dan data yang digunakan data primer dan sekunder. Terdapat 42 sampel dalam penelitian ini kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel, dan dianalisis menggunakan teknik analisis Skala Likert. Dari hasil penelitian diperoleh 1) Sebanyak 64,29%’ petani responden memiliki persepsi selama pandemi mutu produksi mengalami penurunan, harga produk yang murah, serta biaya operasional budidaya yang meningkat. 2) 53,17%’ petani berkesimpulan informasi penyuluh tentang proses budidaya maupun pascapen sangat minim selama pandemi. 3) 54,76%’ menurut petani fungsi kelompok tani selama pandemi jarang melakukan pertemuan antar kelompok ataupun anggota. 4) 43,65%’ petani berkesimpulan kurangnya dorongan dan perhatian pemerintah dalam membantu petani dalam melakukan proses budidaya selama pandemi..</p> <p><em>Covid-19 or the corona virus is the cause of one case of pneumonia, a case of pneumonia was found in Wuhan, China at the end of December 2019, thus making the World Health Organization (WHO) set it as one of the outbreaks that must be handled immediately,the impact of the Covid-19 pandemic that is felt in the agricultural sector is farmers, the price of agricultural products has decreased drastically due to the declining purchasing power of the people. This is not commensurate with the effort and operational costs incurred by farmers when cultivating. Government policies that make it difficult for farmers to market their cultivated products have resulted in a decline in quality and decay of agricultural products. The purpose of this study was to determine farmers' perceptions of 1) rice farming activities 2) farmer knowledge 3) farmer group functions 4) farmers' motivation in rice farming activities during the COVID-19 pandemic in Batulappa Village, Batulappa District, Pinrang Regency. This research uses descriptive qualitative and quantitative methods and the data used are primary and secondary data. There are 42 samples in this study then processed using Microsoft Excel, and analyzed using Likert Scale analysis techniques. From the results of the study, it was found that 1) 64.29% of respondent farmers had a perception that during the pandemic the quality of production had decreased, product prices were cheap, and cultivation operational costs had increased. 2) 53.17% of farmers concluded that there was very little information about the extension process for cultivation and postpen during the pandemic. 3) 54.76% according to farmers the function of farmer groups during the pandemic rarely held meetings between groups or members. 4) 43.65% of farmers concluded that the government lacks encouragement and attention in assisting farmers in carrying out the cultivation process during the pandemic.</em></p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Khofifah Indah, Nurhapsa Nurhapsa, Yusriadi Yusriadi https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1387 Start-Up Potensial Melalui Experiential Learning 2022-04-05T23:14:00+08:00 Nurliani Nurliani nurliani.karman@umi.ac.id Ida Rosada nurliani.karman@umi.ac.id St. Sabahannur nurliani.karman@umi.ac.id A. Azrarul Amri nurliani.karman@umi.ac.id <p>Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai langkah awal strategi kebijakan penyelenggaraan pendidikan dalam memfasilitasi potensi mahasiswa sehingga mampu membentuk karakter profesional dalam bidang kerja yang ditekuni nantinya. Program MBKM, jalur wirausaha memberikan ruang kepada mahasiswa yang memiliki minat dan komitmen untuk menjadi wirausaha mandiri, adaptif, kreatif dan inovatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui minat wirausaha mahasiswa, karakteristik wirausaha, dan mendeskripsikan kompetensi wirausaha mahasiswa, yaitu aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik. Penelitian ini merupakan penelitian survey, teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 77 mahasiswa semester III Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis, Universitas Muslim Indonesia. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat mahasiswa mengikuti program MBKM sangat tinggi, yaitu 98.70%, karakteristik wirausaha mahasiswa termasuk kategori berkarakter dengan skor rata-rata 3.99. Kompetensi wirausaha mahasiswa berdasarkan indikator kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik termasuk kategori memiliki kompetensi wirausaha dengan skor rata-rata 4.02.</p> <p><em>The Independent Learning Campus Independent Program (MBKM) is the first step in the policy of implementing education in facilitating the potential of students so that they are able to form a professional character in the field of work that they will be engaged in later. The MBKM program, the entrepreneurial pathway, provides space for students who have an interest and commitment to become independent, adaptive, creative and innovative entrepreneurs.This study aims to determine student entrepreneurial interests, entrepreneurial characteristics, and describe student entrepreneurial competencies, namely affective, cognitive, and psychomotor aspects. This research is a survey research, the sampling technique is purposive sampling with a total sample of 77 third semester students of Agrotechnology and Agribusiness Study Program, Muslim University of Indonesia. Data analysis using quantitative descriptive analysis. The results showed that the student's interest in participating in the MBKM program was very high, namely 98.70%, the entrepreneurial characteristics of students were included in the character category with an average score of 3.99. Student entrepreneurial competence based on indicators of cognitive, affective, and psychomotor abilities is included in the category of having entrepreneurial competence with an average score of 4.02.</em></p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Nurliani Nurliani, Ida Rosada, St. Sabahannur, A. Azrarul Amri https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1386 Pengaruh Dosis Penambahan Ekstrak Daun Kelor Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan Sintasan Dan Tingkat Pewarnaan Benih Ikan Cupang Betta Sp. 2022-04-05T23:14:25+08:00 Mukhayyara Takdir mukhayyarat@gmail.com Andi Adam Malik andiadammalikhamzah@yahoo.co.id Fitri Indah Yani indahyani.fitri@yahoo.co.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan, sintasan dan tingkat pewarnaan pada benih ikan cupang (<strong><em>Betta </em></strong>sp). Penelitian ini dilaksanakan selama sebulan. Dan pembuatan ekstrak daun kelor dilakukan di Green House Budidaya Perikanan Fakultas Pertanian, peternakan dan perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Hasil Penelitian diketahui panjang ikan cupang tertinggi dicapai pada perlakuan D yakni 5,36 cm, perlakuan C 5,16 cm, B 4,93 cm, D 4,66 cm. Berdasarkan nilai tingkat sintasan ikan cupang pada tiap perlakuan menunjukkan hasil 100%. Perubahan yang sudah terlihat terdapat pada perlakuan C dan perlakuan D dengan dosis 30 ml dan 45 ml sudah mengalami perubahan warna yang sangat jelas. Dan perubahan warna yang paling lambat terdapat pada perlakuan A yaitu 0 (kontrol) yaitu tanpa ekstrak daun kelor. Terdapat nilai selisih perubahan yang telah terjadi pada lampiran bahwa perlakuan D terlihat lebih besar perubahan peningkatan warnanya, sedangkan pengaruh penambahan ekstrak daun kelor dengan dosis 15 ml dan 30 ml terhadap peningkatan warna pada ikan Cupang <em>Betta </em>sp yaitu dengan jumlah 27 dan 29 dan peningkatan warna paling rendah yaitu dengan jumlah 6. Dan perubahan yang paling rendah didapatkan pada perlakuan tanpa penambahan ekstrak daun kelor dalam pakan yaitu pada perlakuan A(kontrol). Pada ikan cupang (Betta sp), warna merah yang paling dapat diperoleh dari ekstrak daun kelor pada pakan.</p> <p><em>This Study aims to determine the effect of adding Moringa leaf extract on growth, survival and staining level of betta fish (Betta sp). This research was carried out for a month. Moringa leaf extract was made at the Green House of Fisheries Cultivation, Faculty of Agriculture, Animal Husbandry, and fisheries, University of Muhammadiyah Parepare. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) with four tretments and three replications.</em></p> <p><em>The results showed that the highest betta fish length was achieved in treatment D which was 5.36 cm, treatment C 5.16 cm, B 4.93 cm, D 4.66 cm. Based on the survival rate of betta fish in each treatment, the results showed 100%. Changes that have been seen in treatment C and treatment D with a dose of 30 ml and 45 ml have experienced a very clear color change. The slowest color change was found in treatment A, namely 0 (control), ie without Moringa leaf extract. There is a difference in the value of the changes that have occurred in the appendix that treatment D shows a greater change in color increase, while the effect of adding Moringa leaf extract at a dose of 15 ml and 30 ml on an increase in color in Betta fish (Betta sp) is 27 and 29 and an increase in the lowest color is the number of 6. The lowest change was obtained in the treatment without the addition of Moringa leaf extract in the diet in treatment A (control). In betta fish (Betta sp), the most red color can be obtained from Moringa leaf extract in feed.</em></p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Mukhayyara Takdir, Andi Adam Malik, Fitri Indah Yani https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1393 Upaya Pemulihan Terhadap Anak Korban Kekerasan Seksual Oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Di Kabupaten Maros 2022-04-05T14:13:15+08:00 Andi Megadara Santri Ramadhana megadara@gmail.com Haeranah Haeranah megadara@gmail.com Wiwie Heryani megadara@gmail.com <p>Kekerasan seksual pada anak merupakan segala kegiatan yang terdiri dari aktivitas seksual yang dilakukan secara paksa oleh orang dewasa pada anak atau oleh anak kepada anak lainnya. Kekerasan seksual pada anak merupakan suatu kejahatan yang kerap terjadi di lingkungan keluarga ataupun lingkungan masyarakat. Dibutuhkan pemulihan berupa pendampingan kepada anak yang menjadi korban kekerasan seksual agar anak dapat kembali pulih dan menjalankan hidupnya dengan baik. Penelitian ini adalah penelitian normatif-empiris yang dilakukan di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Maros. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi serta pengumpulan data dan data yang diperolah dianalisis secara deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pendampingan sebagai upaya pemulihan serta kendala dalam pelaksanaan pendampingan kepada anak korban kekerasan seksual.</p> <p><em>Sexual violence against children is all activities consisting of sexual activity carried out forcibly by adults on children or by children against other children. Sexual violence against children is a crime that often occurs in the family or community environment. Recovery is needed in the form of assistance to children who are victims of sexual violence so that children can recover and live their lives well. This research is a normative-empirical research conducted at the Integrated Service Center for the Empowerment of Women and Children in Maros Regency. Data collection techniques through interviews, observations and data collection and the data obtained were analyzed descriptively qualitatively. The purpose of this study is to find out how the implementation of assistance as a recovery effort as well as obstacles in the implementation of assistance to children who are victims of sexual violence.</em></p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Andi Megadara Santri Ramadhana, Haeranah Haeranah, Wiwie Heryani https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1388 Tingkat Kepuasan Konsumen Kebab Durian Pada Usaha Kebab Durian Ucok Di Kelurahan Lancirang Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang 2022-04-05T23:13:34+08:00 Nirwada Syamsu nirwada.syamsuarna@gmail.com Nurhapsa Nurhapsa hapsa_faktan@yahoo.co.id A. Erna Sriwahyuningsih asyamshadiq@gmail.com <p>Kebab Durian merupakan kreasi dari kebab daging yang berisian daging buah durian asli dan segar. Selain dinikmati aroma yang khas dan kelezatannya juga memiliki kandungan gizi yang relatif lengkap dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Kebab Durian ini diharapkan dapat membuat konsumen merasa puas. Tingkat kepuasan konsumen dapat menjadi faktor pendorong dan mengoptimalkan usaha yang dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Tingkat Kepuasan Konsumen Kebab Durian Pada Usaha Kebab Durian Ucok Kelurahan Lancirang Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang dari segi faktor produk, harga, tempat/lokasi dan tampilan fisik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, karena pelaksanaan data kualitatif diperoleh melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan data kuantitatif didapatkan dalam bentuk angka yang dapat dianalisis dengan menggunakan rumus matematika, data yang digunakan data primer dan data sekunder. Terdapat 90 sampel dalam penelitian ini kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel dan dianalisis menggunakan teknik analisisis Skala Likert. Dari hasil penelitian ini diperoleh: 1) Sebanyak 4 sub variabel dalam tingkat kepuasan konsumen pada usaha kebab durian ucok. 2) Yang paling sesuai dengan kepuasan konsumen adalah sub variabel tampilan fisik dikarenakan warna gerai sudah sangat menarik, lampu yang memadai, WiFi dan WC tersedia, meja dan kursi tersedia banyak dan dekorasi/music yang nyaman.</p> <p><em>Durian Kebabs are creations and meat kebabs that contain original and fresh Durian fruit flesh. Apart from enjoying the distinctive aroma and deliciousness, it also has a relatively complete nutritional content compared to other fruits. Kebab Durian is expected to make consumers feel satisfied. The level of customer satisfaction can be a driving factor and optimize the business carried out. The purpose of this study was to determine the level of consumer satisfaction of Durian Kebabs in Ucok Durian Kebab Business, Lancirang Village, Pitu Riawa District, Sidenreng Rappang Regency and in terms of product factors, price of place/location and physical appearance. This research uses quantitative and qualitative methods, because the implementation of qualitative data is obtained through interviews, questionnaires. observation, and quantitative data obtained in the form of numbers that can be analyzed using the mathematical formula of the data used. primary data and secondary data. There were 90 samples in this study which were then processed using Microsoft Excel and analyzed using the Likert Scale analysis technique. From the results of this study, it was obtained 1) A total of 4 sub-vanables in the level of consumer satisfaction in the Durian Ucok kebab business 2) The most appropriate with consumer satisfaction is the display sub-vanable physically because the color of the booth is very attractive, the lights are adequate, WiFi and WC are available, tables and chairs are available, and the decorations/music are comfortable.</em></p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Nirwada Syamsu, Nurhapsa Nurhapsa, A. Erna Sriwahyuningsih https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1389 Penegakan Hukum Pidana Terhadap Pelaku Peredaran Kosmetik Ilegal Di Kota Makassar 2022-04-05T23:12:56+08:00 Lisa Nursyahbani Muhlis lnmuhlis@gmail.com Muhadar Muhadar lnmuhlis@gmail.com Hijrah Adhyanti Mirzana lnmuhlis@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum pidana terhadap pelaku peredaran kosmetik illegal di Kota Makassar.Penelitian ini adalah Penelitian Normatif – Empiris yang dilakukan di Balai Besar pengawas Obat dan Makanan Makassar dan Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan kemudian di analisis secara deskriptif kualitatif.Penelitian ini menjawab bahwa Pertama – tama, peranan BPOM dalam penegakan hukum pidana atas peredaran kosmetik illegal yaitu sebagai regulator, melakukan pengawasan sebelum beredar dan setelah beredar, melakukan pembinaan dan melakukan penindakan. Kedua, penegakan hukum terhadap pelaku peredaran kosmetik illegal berdasarkan Pasal 197 dan 196 Undang-undang Kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.</p> <p><em>This study aims to determine the enforcement of criminal law against perpetrators of illegal distribution of cosmetics in Makassar City. This research is a Normative - Empirical Research conducted at the Makassar Food and Drug Supervisory Center and the data sources in this study are primary data and secondary data. Data collection techniques through interviews and data collection. The data collected is then analyzed in a qualitative descriptive manner. This research answers that first of all, the role of BPOM in enforcing criminal law on the circulation of illegal cosmetics is as a regulator, conducting supervision before and after circulation, providing guidance and taking action. Second, law enforcement against perpetrators of illegal distribution of cosmetics based on Articles 197 and 196 of the Health Law and the factors that influence it.</em></p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Lisa Nursyahbani Muhlis, Muhadar Muhadar, Hijrah Adhyanti Mirzana https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1390 Pengaruh Penerapan Teori Keperawatan “Health Education” Terhadap Peningkatan Prespektif Masyarakat Terkait Covid-19 Di Wilayah Kerja Kelurahan Bangkala Kota Makassar 2022-04-05T23:12:01+08:00 Ernawati Ernawati ernawati@stikesnh.ac.id Darwis Darwis darwiswis745@gmail.com Amriati Mutmainna amriatimutmainna29@gmail.com Wa Mina La Isa laisawamina@yahoo.com Rusni Mato rusni.mato@poltekkes-mks.ac.id M. Askar askar@poltekkes-mks.ac.id <p>COVID-19 adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang bernama SARS-CoV-2(Servere Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2). Pertama kali penyakit ini ditemukan di Kota Wuhan Provinsi Hubei, China pada akhir Desember 2019. Negara yang melaporkan kasus COVID-19 semakin banyak, sehingga menyebar semakin luas sampai menjangkiti 5 benua, maka dari itu pada tangga 11 Maret 2020 WHO menyatakan kasus tersebut sebagai pandemik. Secara Internasional, Senin, 7 Juni 2021 terdapat 173.005.553 kasus yang dikonfirmasi COVID-19, termasuk 3.727.605 kematian yang dilaporkan kepada WHO. Di Asia Tenggara sebanyak 32.772.064 terkonfirmasi COVID-19. Untuk Sulawesi Selatan per tanggal 7 Juni 2021 kasus terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 62.378 orang dengan rincian 61010(97,8%) pasien sembuh dan 949(1,5%) pasien meninggal. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah “apakah ada pengaruh Health Education Terhadap Peningkatan Prespektif Masyarakat terkait COVID-19”. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Health Education Terhadap Prespektif Masyarakat terkait COVID-19 terhadap perbaikan prespektif masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode <em>Quasi</em> <em>Experimental design</em>. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner prespektif ) yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh <em>Health education </em>Terhadap Peningkatan Prespektif Masyarakat terkait COVID-19.</p> <p><em>COVID-19 is an infectious disease caused by a virus called SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2). This disease was the first discovered in Wuhan City, Hubei Province, China at the end of December 2019. Increasingly countries have reported cases of COVID-19 otherwise it has spread more widely to infect 5 continents, therefore on March 11, 2020 WHO declared the case a pandemic. Internationally, Monday, 7 June 2021 were 173,005,553 confirmed cases of COVID-19, including 3,727,605 deaths reported from WHO. In Southeast Asia, 32,772,064 were confirmed to have COVID-19. For South Sulawesi as of June 7, 2021, there were 62,378 confirmed cases of COVID-19, with details of 61010 (97.8%) patients recovering and 949 (1.5%) patients dying. The problem discussed in this study "is there an effect of health education on increasing community perspectives related to COVID-19". Based on these problem, this study aimed to determine the application of health education to the community's perspective related to COVID-19 towards improving the community's perspective.This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design method. The data collection technique used a perspective questionnaire which was selected by purposive sampling. The results of the study uncloaked there is an effect of health education on increasing community perspectives related to COVID-19</em><em>.</em></p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Ernawati Ernawati, Darwis Darwis, Amriati Mutmainna, Wa Mina La Isa, Rusni Mato, M. Askar https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1401 Manajemen Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Pembangunan Jembatan Warnaf Di Kabupaten Raja Ampat 2022-04-05T23:08:43+08:00 Gebion Lysje Pagoray gebi_pagoray78@yahoo.co.id <p>Pembangunan Jembatan Warnaf di Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua. Pembangunan Jembatan merupakan konstruksi yang sangat beresiko dalam hal kecelakaan kerja. Kondisi lingkungan, penggunaan peralatan dan metode pelaksanaan yang tidak akurat serta kurang teliti dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Untuk itu diperlukan penanganan terhadap risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Penelitian ini bertujuan Mengidentifikasi risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang dapat terjadi pada kegiatan proyek Jembatan, Memberikan penilaian atas risiko-risiko K3 yang terjadi pada proyek jembatan, Memberikan penanganan/solusi dari risiko-risiko K3. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa teridentifikasi teridentifikasi 37 variabel potensi risiko yaitu 3 risiko yang menempati peringkat kategori risiko Ekstrim, 6 risiko yang menempati peringkat kategori risiko Tinggi / High Risk, dan 28 risiko yang menempati peringkat risiko sedang/ Medium Risk. Potensi kecelakaan akibat Pemasangan Bekesting pada Pekerjaan Beton dan Pemasangan dan Penempatan pada pekerjaan Pemasangan Unit Pracetak adalah risiko paling Ekstrim yaitu 15 %.</p> <p><em>The construction of the Warnaf Bridge in Raja Ampat Regency, West Papua Province. Bridge construction is a very risk construction in terms of work accidents. Environmental conditions, use of equipment and methods of implementation that are not accurate and less precise can result in work accidents. For this reason, it is necessary to handle K3 (Occupational Health and Safety) risks.This study aims to identify OHS risks (Occupational Health and Safety) that can occur in Bridge project activities, Provide an assessment of OHS risks that occur in bridge projects, Provide solution of OHS risks. The results showed that 37 potential risk variables were identified, namely 3 risks ranked in the Extreme risk category, 6 risks ranked in the High Risk category, and 28 risks ranked in the Medium Risk category. The potential for accidents due to Formwork Installation on Concrete Works and Installation and Placement on Precast Unit Installation work is the most extreme risk, which is 15%.</em></p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Gebion Lysje Pagoray https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1392 Tinjauan Hukum Eksistensi Komite Etik Dan Hukum Rumah Sakit (KEHRS) Dalam Penyelesaian Sengketa Medik 2022-04-05T23:09:53+08:00 Asri Tadda Asri@gmail.com Indar Indar Asri@gmail.com Amir Ilyas Asri@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini antara lain: 1) Untuk mengetahui kedudukan hukum Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit, 2) menguraikan ruang lingkup sengketa medis yang dapat diselesaikan melalui Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan undang-undang <em>(statue approach)</em>, dan pendekatan konseptual <em>(conceptual approach). </em>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit (KEHRS) memiliki kedudukan hukum yang cukup jelas terhadap Komite Medik dan Dewan Pengawas di rumah sakit, tetapi memiliki persinggungan tugas dengan Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Provinsi, Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) serta MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran). (2) Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit (KEHRS) memiliki kewenangan yang cukup luas untuk menangani setiap persoalan hukum maupun etik yang terjadi di internal rumah sakit, baik yang melibatkan pasien maupun unsur-unsur sumber daya manusia (SDM) lainnya yang bekerja di rumah sakit sebelum kasus dilanjutkan ke lembaga eksternal rumah sakit.</p> <p><em>This study aims to: 1) determine legal position of the Hospital Ethics and Legal Committee, 2) describe medical disputes scope that can be resolved through Hospital Ethics and Legal Committee. This study uses a normative legal research method with a legal approach (statue approach), and a conceptual approach. This study results indicate that: (1) Hospital Ethics and Legal Committee (KEHRS) has a fairly clear legal position against the Medical Committee and the Supervisory Board at the hospital, but has a cross-section of duties with the Provincial Hospital Supervisory Board (BPRS), Honorary Council Indonesian Medical Discipline (MKDKI) and MKEK (Honorary Council of Medical Ethics). (2) Hospital Ethics and Legal Committee (KEHRS) has broad authority to handle any legal or ethical issues that occur within the hospital, both involving patients and other elements of human resources who work at home before the case is transferred to an external hospital institution.</em></p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Asri Tadda, Indar Indar, Amir Ilyas https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1402 Strategi Pembangunan Infrastruktur Kawasan Permukiman Perkotaan Kota Belopa Kabupaten Luwu 2022-04-05T23:05:40+08:00 Indrajaya Indrajaya indrajaya1067@gmail.com Rusida Rusida rusida.sida70@gmail.com Andi Fathussalam Baharuddin fathussalam.baharuddin@gmail.com <p>Hasil analisis Strategi Pembangunan Infrastruktur Kawasan Permukiman Perkotaan Kota Belopa Kabupaten Luwu dititik beratkan pada pengembangan permukiman dan infrastruktur perkotaan yang terintegrasi dengan&nbsp; ketersediaan lahan untuk pembangunan, reklamasi lahan dan rekayasa teknologi dalam kerangka mendukung pengembangan kawasan permukiman perkotaan, optimalisasi dan normalisasi sistem jaringan drainase dalam kerangka pengendalian ancaman banjir, efektivitas dan efisiensi pemanfaatan lahan untuk kebutuhan pengelolaan air limbah perkotaan, pengembangan kawasan perkotaan Kabupaten Luwu yang bersinergi dengan pengembangan wilayah utara Provinsi Sulawesi Selatan, peningkatan jaringan jalan lingkungan untuk memudahkan aksesibilitas dan mobilitas penduduk dan optimalisasi sistem distribusi pelayanan air untuk kebutuhan pertanian yang diikuti pengendalian pengembangan kawasan permukiman yang bersentuhan langsung dengan pasang surut air laut</p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Indrajaya Indrajaya, Rusida Rusida, Andi Fathussalam Baharuddin https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1400 Analisis Usaha Pengolahan Biji Kopi Robusta 2022-04-05T23:09:07+08:00 Lahasan Lahasan hasandhiafakri@gmail.com Yusriadi Yusriadi yusriady46@gmail.com Nurhaedah Nurhaedah Nurhaedah3372@gmail.com <p>Produksi Kopi di Kabupaten Pinrang dikarenakan jumlah peminat kopi juga semakain banyak, mulai dari kebutuhan dalam bentuk biji kopi (green bean) maupun yang telah diolah dalam bentuk kopi bubuk lebih tinggi nilainya. Kegitan usaha pengolahan biji Kopi Beras (<em>Green Bean</em>) menjadi kopi biji sangrai (<em>Roast Bean</em>) sudah merembes ke perkampungan dan salah satunya berada di Kelurahan Betteng.Penelitian ini bertujuan 1)Untuk mengetahui pendapatan pada usaha pengolahan biji kopi robusta di Kelurahan Betteng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. 2)Untuk mengetahui tingkat kelayakan pada usaha pengolahan biji kopi robusta di Kelurahan Betteng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, penelitian ini dimulai sejak bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2021 di Kelurahan Betteng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan wawancara, sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif Kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pendapatan pada Usaha Kopi Kampong di Kelurahan Betteng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang sebanyak <strong>Rp.3.67.285/bulan</strong>, dengan biaya per bulannya <strong>Rp.4.532.285/bulan</strong>. 2)Berdasarkan uji analisis R/C Ratio pada Usaha Kopi Kampong di Kelurahan Betteng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang diperoleh kelayakan sebesar <strong>1,7</strong> yang berarti usaha kopi kampong jika dikelolah dengan baik akan meningkatkan produk dan pendapatan usaha tersebut.</p> <p><em>Coffee production in Pinrang Regency is due to the increasing number of coffee enthusiasts, starting from the need in the form of coffee beans (green beans) and those that have been processed in the form of higher value ground coffee. The business activities of processing Green Bean (Green Bean) into Roast Bean coffee have penetrated into villages and one of them is in Betteng Village.This study aims 1) to determine the income of the robusta coffee bean processing business in Betteng Village, Lembang District, Pinrang Regency. 2) To determine the feasibility level of the robusta coffee bean processing business in Betteng Village, Lembang District, Pinrang Regency. The type of data used in this research is descriptive quantitative, this research starts from May to June 2021 in Betteng Village, Lembang District, Pinrang Regency. The data collection techniques used were observation and interviews, the data sources used were primary data and secondary data. The data analysis used in this research is quantitative descriptive. The results showed that 1) the income of the Kampong Coffee Business in Betteng Village, Lembang District, Pinrang Regency was Rp.3,467,285/month, with a monthly cost of Rp.4,532,715/month. 2) Based on the R/C Ratio analysis test on the Kampong Coffee Business in Betteng Village, Lembang District, Pinrang Regency, it was obtained a feasibility of 1.7 which means that the village coffee business if managed properly will increase the product and income of the business.</em></p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Lahasan Lahasan, Yusriadi Yusriadi, Nurhaedah Nurhaedah https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1139 Pelatihan Pengemasan Rumput Laut Caulerpa Pasca Panen Pada Kelompok Pembudidaya Rumput Laut Caulerpa Organik Di Kabupaten Takalar 2022-04-05T23:15:57+08:00 Darmawati Darmawati darmawati@unismuh.ac.id Murni Murni murni@unismuh.ac.id Sri Andayaningsih asni@unismuh.ac.id Asni Anwar asni@unismuh.ac.id Hamsah Hamsah hamsahadali@unismuh.ac.id Abdul Malik abdulmalik@unismuh.ac.id <p><em>Masyarakat di wilayah pesisir Desa Laikang Kecamatan Magrabombang Kabupaten Takalar memanfaatkan lahan tambak sebagai tempat budidaya rumput laut caulerpa.&nbsp; Sampai saat ini kelompok pembudidaya masih memiliki berbagai macam kendala untuk meningkatkan hasil panennya.&nbsp; Kendala utama yang sering dialami oleh kelompok pembudidaya rumput laut“Bahagia Bersama” adalah rendahnya tingkat pemahaman mengenai tehnik pengemasan dan penanganan pasca panen sehingga mempengaruhi masa simpan Caulerpa racemossa setelah dipanen.&nbsp; Salah satu upaya yang dilakukan untuk menyikapi masalah tersebut adalah menerapkan &nbsp;penggunaan metode dehidrasi dengan penggunaan kadar garam yang tinggi untuk memperpanjang masa simpan Caulerpa yang dapat dikonsumsi dalam bentuk segar. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode diskusi, koordinasi,penyuluhan, pelatihan dan pendampingan kepada mitra.&nbsp; Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada kelompok Bahagia Bersama, dapat disimpulkan bahwa selama ini kelompok petani rumput laut &nbsp;Bahagia Bersama menggunakan tehnik pengemasan Caulerpa sebelum dijual tanpa diolah terlebih dahulu, tanpa pemanfaatan teknologi tepat guna.&nbsp; Melalui kegiatan pelatihan ini, kelompok mitra menjadi mengetahui dan terampil menggunakan&nbsp; tehnik dehidrasi sebelum dijual,&nbsp; sehingga dapat memperpanjang masa simpan caulerpa.&nbsp; Saran yang diberikan dalam kegiatan ini adalah sebaiknya dilakukan pendampingan lanjutan terkait penggunaan pengemasan serta pelatihan manajemen usaha untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia sebagai pengelola pada produksi Caulerpa organk di Desa Laikang,Kabupaten Takalar.</em></p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Darmawati Darmawati, Murni Murni, Sri Andayaningsih, Asni Anwar, Hamsah Hamsah, Abdul Malik https://journal.unibos.ac.id/eco/article/view/1385 Pemberdayaan Kelompok Tani Dalam Pengolahan Nira Menjadi Gula Aren Di Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa 2022-04-05T23:14:53+08:00 Amirah Amirah amirahmawardi@yahoo.co.id Sitti Satriani Is sittisatriani@unismuh.ac.id Nurinaya Nurinaya nurinaya@unismuh.ac.id Dahlan Lama Bawa dahlan_lb@yahoo.co.id <p>Para kelompok tani yang mengolah nira menjadi gula aren di desa bissoloro masih sangat manual. Mereka terkendala pada teknik dan inovasi serta manajemen yang baik dalam pengolahan tersebut, serta butuh pengemasan produk yang lebih baik untuk pemasaran yang lebih maju. Jika pengelolaan gula aren di desa Bissoloro dilakukan dengan baik maka potensi penghasilannya akan sangat besar, sebab pohon enau yang merupakan sumber bahan dasar pembuatan aren tumbuh dengan subur di desa tersebut. Maka salah satu tujuan yang ingin dicapai dari PKM ini yaitu bagaimana pengelolaan gula aren yang bersih dan suci menurut syariat Agama Islam dan kesehatan serta mengandung nilai jual yang tinggi pengolahan, pengemasan dan pemasaran yang sudah berstandar ekonimis. Metode pengabdian yang dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: Tahap persiapan, pra pelatihan, Tahap Assesment/ Pelaksanaan Kegiatan, tahap kontroling, evaluasi, dan terminasi. Adapun hasil dari PKM in yaitu 1) Mitra memiliki ilmu dan keterampilan praktis dalam mengolah air nira menjadi gula aren (Teori dan Praktek tentang pengolahan, pengemasan, dan pemasaran menurut standar Agama, Kesehatan dan social ekonomi); 2) Mitra dapat mengolah air nira menjadi gula aren secara simpel dan praktis, mengemas produk yang lebih baik, menarik, dan hygenis serta memasarkan produk secara lebih luas (online maupun offline); 3) Mitra mampu membentuk organisasi kelompok tani pembuat gula aren yang terorganisir.</p> <p><em>The farmer groups who process sap into palm sugar in Bissoloro village are still very manual. They are constrained by technique and innovation as well as good management in the processing, and need better product packaging for more advanced marketing. If the management of palm sugar in Bissoloro village is carried out properly, the potential for income will be very large, because the palm tree which is the source of the basic ingredients for making palm sugar thrives in the village. So one of the goals to be achieved from this PKM is how to manage clean and holy palm sugar according to Islamic and health laws and contain high selling values, processing, packaging and marketing that have economic standards. The service method is carried out through several stages, namely: the preparation stage, pre-training, the Assessment/Activity Implementation Stage, the controlling, evaluation, and termination stages. The results of this PKM are 1) Partners have knowledge and practical skills in processing sap water into palm sugar (Theory and Practice on processing, packaging, and marketing according to Religion, Health and socio-economic standards); 2) Partners can process sap water into palm sugar in a simple and practical way, package products that are better, attractive, and hygienic and market products more broadly (online and offline); 3) Partners are able to form an organized group of palm sugar producers.</em></p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Amirah Amirah, Sitti Is Satriani, Nurinaya Nurinaya, Dahlan Lama Bawa