https://journal.unibos.ac.id/jebe/issue/feed JEBE: Journal of Environment Behavior and Engineering 2023-06-30T00:00:00+08:00 Djusdil Akrim dusdil.akrim@universitasbosowa.ac.id Open Journal Systems <p><strong>JEBE: </strong><strong>Journal of Environment Behavior and Engineering</strong> merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki e-ISSN: 3025-5422, dan p-ISSN: 3025-5376 diterbitkan oleh Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bosowa. Terbit dua kali dalam satu tahun.</p> <p><strong>JEBE</strong><strong>: </strong><strong>Journal of Environment Behavior </strong><strong>and </strong><strong>Engineering</strong> merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan hasil pemikiran termasuk pengembangan dan review bidang Teknik Lingkungan yang mencakup antara lain Pengendalian Pencemaran, Pengelolaan Lingkungan dan Sanitasi, Keberlanjutan, Rekayasa dan Permodelan Lingkungan, Konservasi Sumber Daya Alam dan Energi Baru Terbarukan, AMDAL &amp; KLHS, K3, Etika, Kebijakan dan Hukum Lingkungan. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.</p> https://journal.unibos.ac.id/jebe/article/view/2138 Implementasi Kebijakan UKL-UPL Proyek Perumahan Cluster Marshmallow di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar 2023-01-16T22:16:10+08:00 Muhammad Fikruddin mfickru@gmail.com Jumadil Jumadil mfickru@gmail.com Djusdil Akrim mfickru@gmail.com Nani Anggraini mfickru@gmail.com Nur’ Ainy Yacub mfickru@gmail.com <p>Pembangunan Perumahan Cluster Marshmallow di Jl. Tanjung Bunga Kel. Tanjung Merdeka, Kec. Tamalate, Kota Makassar. Dilaksanakan dengan berbagai aktivitas yang diprakirakan berpotensi untuk menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. Kegiatan yang dilakukan sesuai tahapan kegiatan pra konstruksi, tahap konstruksi dan tahap operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana komitmen dan ketaatan pihak developer terhadap kebijakan lingkungan yang berlaku serta memastikan ketersediaan RTH, IPAL dan fasilitas umum pada proyek pembangunan perumahan tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif, pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan maka rencana kegiatan wajib dilengkapi dengan Formulir UKL-UPL sesuai Lampiran II, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 4 Tahun 2021 tentang Daftar Usaha dan/atau Kegiatan yang wajib memiliki Amdal, UKL-UPL, atau SPPL. Sesuai hasil wawancara dan observasi yang dilakukan dilapangan bahwa secara umum pihak pengembang berkomitmen kuat untuk taat dalam menjalankan aturan terkait Kebijakan Lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Sedangkan penyediaan fasilitas sarana dan prasana, khususnya fasilitas umum, RTH dan IPAL mendapat prioritas utama untuk menjaga image perusahaan sebegai salah satu Developer terkemuka yang berskala nasional.</p> <p><em>Marshmallow Cluster Housing Development on Jl. Tanjung Bunga, Kel. Tanjung Merdeka, Kec. Tamalate, Makassar City. It is carried out with various activities that are predicted to have the potential to have an impact on the environment. Activities are carried out according to the pre-construction, construction and operational stages. This study aims to analyze the extent of the developer's commitment and obedience to the applicable environmental policies and ensure the availability of green open space, WWTP and public facilities in the housing development project. This type of research is qualitative-descriptive, research data collection is carried out using interview, observation and documentation techniques. Based on the Laws and Regulations, the activity plan must be completed with UKL-UPL Form in accordance with Attachment II, Minister of Environment and Forestry Regulation Number 4 of 2021 concerning List of Businesses and/or Activities that are required to have AMDAL, UKL-UPL, or SPPL. According to interviews and observations made in the field. In general, the Developer is strongly committed to obeying the rules related to the Makassar City Government Environmental Policy. Meanwhile, the provision of facilities and infrastructure, especially public facilities, RTH and WWTPs are given top priority to maintain the company's image as one of the leading developers on a national scale.</em></p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2023 JEBE: Journal of Environment Behavior and Engineering https://journal.unibos.ac.id/jebe/article/view/2136 Strategi Kebijakan Pengelolaan Danau Tempe sebagai Sumber Air Bersih Masyarakat di Kabupaten Wajo 2023-01-16T22:06:57+08:00 Andi Rumpang Yusuf rumpang.andi@yahoo.co.id Satriawati Cangara rumpang.andi@yahoo.co.id Djusdil Akrim rumpang.andi@yahoo.co.id Savitri Prasanti rumpang.andi@yahoo.co.id Suryani Syahrir rumpang.andi@yahoo.co.id <p>Danau Tempe sebagai salah satu sumber daya air di Indonesia memiliki permasalahan genangan permanen di kawasan permukiman. Masalah ini membatasi akses masyarakat terhadap sumber air bersih. Kajian ini mengkaji keterbatasan akses masyarakat terhadap air bersih di sekitar Danau Tempe dan strategi pengelolaan Danau Tempe sebagai sumber air bersih bagi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Metode statistik deskriptif menggambarkan kondisi akses air masyarakat dan metode Analytical Hierarchy Process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses air masyarakat sangat rendah sesuai dengan tiga indikator yaitu kualitas sumber air, lokasi sumber air bersih dan keberlanjutan ketersediaan air bersih. Hasil analisis strategi pengelolaan danau tempe sebagai sumber air bersih menunjukkan bahwa peran pemerintah lebih penting dibandingkan dengan lembaga swasta dan lembaga masyarakat. Strategi utama dalam pengelolaan air bersih adalah penyediaan pengolahan air secara komunal yang didukung oleh peran serta masyarakat.</p> <p><em>Lake Tempe as one of the water resources in Indonesia has permanent puddle problems in settlement area. This problem limits public access to clean water sources. This study reviews the society’s limited access of clean water around Lake Tempe and the management strategy of Lake Tempe as a source of clean water for the society. The research method is descriptive quantitative with survey approach. Descriptive statistical methods describe the condition of the society water access and the method of Analytical Hierarchy Process. The results showed that society water access was very low in accordance with the three indicators, namely the quality of water sources, the location of the source of clean water and the sustainability of the clean water availability. The analysis result of tempe lake management strategy as a source of clean water showed that government plays an important role compared with private institutions and society institutions. The main strategy in clean water management is the provision of communal water treatment supported by participation of the society</em></p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2023 JEBE: Journal of Environment Behavior and Engineering https://journal.unibos.ac.id/jebe/article/view/2137 Ekowisata Berbasis Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan pada Masa New Normal di Pulau Libukang Kabupaten Jeneponto 2023-01-16T22:11:31+08:00 Djusdil Akrim akrim_star67@yahoo.com A. Zulfikar Syaiful akrim_star67@yahoo.com Muhammad Fikruddin akrim_star67@yahoo.com Jumadil Jumadil akrim_star67@yahoo.com Nani Anggraini akrim_star67@yahoo.com <p>Pulau Libukang sebagai salah satu kepulauan di Sulawesi Selatan, Indonesia, memiliki potensi budaya bahari dan destinasi wisata yang prospektif. Salah satu budidaya rumput laut sudah menjadi mata pencaharian masyarakat. Masalahnya kemudian pada masa new normal (pasca pandemi). Tren kunjungan warga ke pulau ini semakin meningkat untuk wisata sehat, sedangkan perhatian masyarakat beralih ke sektor wisata dan mulai tidak fokus pada pengembangan komoditas rumput laut. Penelitian ini membahas tentang strategi ekowisata berbasis budidaya berkelanjutan sebagai solusi alternatif bagi masyarakat Pulau Libukang dalam mengelola sumber pendapatan secara paralel. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) menggambarkan strategi kebijakan. Menunjukkan bahwa peran pemerintah lebih penting dibandingkan dengan sektor swasta dan lembaga masyarakat. Strategi utamanya adalah kebijakan pemerintah dalam mengelola ekowisata berbasis rumput laut berkelanjutan yang didukung oleh peran serta masyarakat</p> <p><em>Libukang Island as one of the archipelagos in South Sulawesi, Indonesia, has potential marine culture and prospective tourist destinations. One of the cultivation of seaweed has become a community livelihood. The problem then during the new normal (post pandemic). Trend of residents visiting the island is increasing for a healthy tour, while the attention of the community turned to the tourist sector and began un focus on the development of seaweed commodities. This study discusses sustainable cultivation-based ecotourism strategies as an alternative solution for the community of Libukang Island in managing the source of income in parallel. The research method used is descriptive quantitative with a survey approach. The Analytical Hierarchy Process (AHP) method describes the policy strategy. Indicates that the role of the government is more important compared to private sector and community institutions. The main strategy is the government's policy in managing sustainable seaweed-based ecotourism supported by community participation</em></p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2023 JEBE: Journal of Environment Behavior and Engineering https://journal.unibos.ac.id/jebe/article/view/2134 Pemenuhan Kebutuhan Sistem Jaringan Air Bersih Di Kota Baru Pattallassang, Kabupaten Gowa 2023-01-16T21:56:48+08:00 Rudi Latief rudi@gmail.com <p>Penelitian ini berfokus untuk mengidentifikasi penyebab tidak terpenuhinya kebutuhan air bersih di Kota Baru Pattalassang dan mengeidentifikasi kebutuhan sistem jaringan air bersih di Kota Baru Pattalassang. Pendekatan Analisis yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif yang berlandaskan pada potivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan Survei lapangan berupa pengumpulan data menggunakan alat berupa alat uji pH dan TDS untuk mengetahui kualitas air bersih di Desa Paccellekang. Studi Literatur dengan mengumpulkan data yang diperoleh dari berbagai sumber dan literatur seperti buku, jurnal, internet, dan penelitian–penelitian terdahulu yang dianggap relevan dengan objek penelitian. Serta Pengumpulan data sekunder dengan mengambil data-data yang bersifat dokumen, buku-buku yang dapat membantu penelitian. Data sekunder yang dibutuhkan berupa, kondisi eksisting Desa Paccellekang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Pattalassang maka, harus menggunakan pengembangan teknologi. Teknologi yang Peneliti tawarkan yaitu sistem jaringan perpipaan. Sistem jaringan pipa yang digunakan yaitu sistem branch (sistem cabang). Sistem ini merupakan sistem jaringan perpipaan distribusi, dimana pengaliran air hanya menuju ke satu arah saja dan terdapat titik akhir yang merupakan ujung pipa. Dimana sistem ini biasanya digunakan pada daerah dengan sifat–sifat yaitu, perkembangan kota dengan arah memanjang, sarana jaringan jalan tidak saling berhubungan, keadaan topografi dengan kemiringan medan yang menuju satu arah</p> <p><em>This study focuses onidentifyingthecausesof unmet clean water needs in Pattalassang New City and identifying the needs of clean water network systems in Pattalassang New City. The analytical approach used in this study is a quantitative approach based on potivism, used to examine a particular population or sample. The data collection method used is with Survei field in the form of data collection using tools in the form of pH and TDS test tools to find out the quality of clean water in Paccellekang Village. Literature studies by collecting data obtained from various sources and literature such as books, journals, the internet, and previous researches that are considered relevant to the object of research. As well as secondary data collection by taking data that is documented, books that can help research. Secondary data needed in the form of, the existing condition of Paccellekang Village. The results showed that to meet the needs of clean water in Pattalassang Subdistrict, it must use technology development. The technology that researchers offer is sistem jaringan piping. The pipeline system used is a branch system. This system is a distribution piping network system, where water flow only goes in one direction only and there is an end point that is the end of the pipe. Where this system is usually used in areas with properties that are, the development of cities with elongated directions, the means of road networks are not interconnected, topographic conditions with the slope of the terrain that leads to one direction</em></p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2023 JEBE: Journal of Environment Behavior and Engineering https://journal.unibos.ac.id/jebe/article/view/2139 Ekowisata Berbasis Konservasi sebagai Alternatif Sumber Pendapatan Warga Pasca Pandemi di Bulli-Bulli, Desa Baruga, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan 2023-01-16T22:21:10+08:00 Andi Rumpang Yusuf rumpang.andi@yahoo.co.id Savitri Prasandi akrim_star67@yahoo.com Djusdil Akrim akrim_star67@yahoo.com <p>Lingkungan alam sebagai tempat penyedia sumber daya dan kebutuhan pokok hidup manusia, lingkungan sosial sebagai wahana berinteraksi dengan sesama orang lain dan lingkungan budaya sebagai wahana dalam menampung cipta dan karsa manusia perlu dijaga dan dilestarikan untuk keberlangsungan masyarakat kita baik masyarakat lokal, masyarakat regional maupun masyarakat global. Masalahnya kemudian selama pasca pandemi kecenderungan pemulihan ekonomi warga sangat sulit untuk bangkit kembali. Akibat ketergantungan terhadap sumber pendapatan yang bersifat konvesional Penelitian ini membahas tentang ekowisata berbasis konservasi sebagai alternatif sumber pendapatan warga pasca pandemi di Bulli-Bulli, Desa Baruga, Kec. Bantimurung, Kab. Maros, Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat memberi respons positif dan memiliki keinginan untuk berubah sepanjang ada pendampingan dari pihak lain yang sifatnya berkelanjutan</p> <p><em>The natural environment as a place to provide resources and the basic needs of human life, the social environment as a vehicle for interaction with other people and the cultural environment as a vehicle for accommodating human creativity and initiative needs to be maintained and preserved for the sustainability of our society, whether local, regional or global. . The problem is that during the post-pandemic period, it was very difficult for residents to recover. As a result of dependence on conventional sources of income This research discusses conservation-based ecotourism as an alternative source of income for post-pandemic residents in Bulli-Bulli, Baruga Village, Kec. Bantimurung, Kab. Mars, South Sulawesi. The research method used is descriptive quantitative survey approach. The results show that the community responds positively and has a desire to change as long as there is assistance from other parties that is sustainable</em></p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2023 JEBE: Journal of Environment Behavior and Engineering https://journal.unibos.ac.id/jebe/article/view/2135 Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dengan Pola 3R di Desa Lara, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara 2023-01-16T22:02:11+08:00 Jumadil Jumadil jumadil@universitasbosowa.ac.id Muhammad Fikruddin jumadil@universitasbosowa.ac.id Djusdil Akrim jumadil@universitasbosowa.ac.id Nani Anggraini jumadil@universitasbosowa.ac.id Nur’ Ainy Yacub jumadil@universitasbosowa.ac.id <p>Desa Lara sebagai salah satu desa di Kecamatan Baebunta Selatan Kabupaten Luwu Utara. Menerapkan pengelolaan sampah dengan pola 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yang memberikan manfaat secara ekonomi, sosial dan lingkungan pada masyarakat. Disamping berperan mereduksi volume sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Namun kegiatan ini masih menghadapi masalah, yaitu perlunya optimalisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kurangnya optimalisasi pengelolaan sampah tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif, pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan, sebagian besar masyarakat masih kurang peduli tentang pentingnya kebersihan lingkungan. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya edukasi dan terbatasnya sosialisasi terkait proyek pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Perbaikan fasilitas dan peningkatan keterlibatan tokoh masyarakat dalam mensosialisasikan dan memfasilitasi pelaksanaan program adalah dua hal yang perlu dilakukan. Usaha meningkatkan manfaat sampah secara ekonomi, sosial, dan lingkungan kepada masyarakat perlu dilanjutkan agar optimalisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat tercapai akibat peran serta masyarakat secara aktif</p> <p><em>Lara Village as one of the villages in Baebunta Selatan Sub District on Luwu Utara Region. Waste management with the 3R pattern (Reduce, Reuse, Recycle), provides economic, social, and environmental benefits, in addition to playing a role in reducing the volume of waste to Final Disposal Sites (TPA). However, this activity still faces problems, namely the need to optimize community-based waste management. This study aims to analyze the factors causing the lack of optimization of waste management. This type of research is qualitative-descriptive, research data collection is carried out using interview, observation and documentation techniques. Based on interviews and observations made, most of the community still does not care about the importance of environmental cleanliness. This is influenced by the lack of education and limited socialization related to community-based waste management projects. Improvement of facilities and increasing involvement of community leaders in socializing and facilitating program implementation are two things that need to be done. Efforts to increase the benefits of waste economically, socially and environmentally to the community need to be continued so that the optimization of community-based waste management can be achieved due to active community participation</em></p> 2023-06-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2023 JEBE: Journal of Environment Behavior and Engineering