Dukungan Sosial Keluarga dan Kecerdasan Emosional terhadap Penyesuaian Sosial

Authors

  • Elisabet Novinda Jelita Fakultas Psikologi Universitas Bosowa
  • Sulasmi Sudirman Fakultas Psikologi Universitas Bosowa
  • Minarni Fakultas Psikologi Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.56326/jpk.v1i2.1225

Keywords:

Dukungan Sosial Keluarga, Kecerdasan Emosional, Penyesuaian Sosial

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk melihat pengaruh dukungan sosial keluarga dan kecerdasan emosional terhadap penyesuaian sosial remaja di kota Makassar. Penyesuaian Sosial merupakan suatu kemampuan yang dimiliki individu untuk mampu berreaksi secara sehat dan efektif terhadap suatu hubungan yang menyenangkan dan memuaskan. Partisipan penelitian ini adalah 400 remaja di kota Makassar (Laki-laki=150, perempuan=174). Instrumen yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah skala dukungan sosial keluarga dan skala kecerdasan emosional. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian yaitu; 1) Dukungan sosial keluarga dan kecerdasan emosional secara bersama-sama mempengaruhi penyesuaian sosial pada remaja di kota Makassar dengan nilai kontribusi sebesar 10.2%. 2) Dukungan sosial keluarga mempengaruhi penyesuaian sosial pada remaja dengan kontribusi sebesar 1.4%, dengan arah hubungan positif yaitu semakin tinggi dukungan sosial keluarga maka, semakin tinggi juga penyesuaian sosial remaja. 3) Kecerdasan emosional mempengaruhi penyesuaian sosial pada remaja dengan kontribusi sebesar 8.8%, dengan arah hubungan positif, maka semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin tinggi penyesuaian sosial remaja.

References

Amelia, S.R., Rustam, A., & Supradewi, R. (2011). Perbedaan Agresivitas antara Mahasiswa yang Pernah Mengikuti Demonstrasi dan Mahasiswa yang Belum Pernah Mengikuti Demonstrasi. Dipresentasikan di Seminar Nasional UMP tahun 2011.

Buss, A.H., & Perry, M. (1992). The agression questionnaire. Journal of personality and socilal psychology. The American Psychological Association, inc., 63(3): 452-459.

Ekawati, D.S., & Nashori, F. (2006). Perilaku Agressif Mahasiswa Etnis Jawa dan Etnis Batak. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(1): 46-62.

Faqih, A. (2010). Kependudukan: Teori, Fakta, dan Masalah. Yogyakarta: Dee Publish.

Hariana. (2010). Tinjauan Pakaian Adat Sulawesi Selatan. Buletin Sibenas, 4(4).

Kusumah, I. (2007). Risalah Pergerakan Mahasiswa. Bandung: IDYDEC Press.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1990.

Setiowati, E.A., Suprihatin, T., & Rohmatun. (2017). Gambaran Agresivitas Anak dan Remaja di Area Beresiko. Paper dipresentasikandi Hotel Grasia, Semarang. Semarang: Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia.

Syarif, F. (2017). Hubungan Kematangan Emosi dengan Perilaku Agresi pada Mahasiswa Warga Asrama Komplek Asrama Ayu Sempaja. 267-280.

Tamar, M., Wirawan, H., & Sudirman, S. (2017). Buginese Culture Value System Scale for Entrepreneur and Its Transforming Local Values to a Psychometric Scale. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 149:67-69.

Tamar, M., Wirawan, H., & Bellani, E. (2019). The Buginese entrepreneurs; the influence of local values, motivation and entrepreneurial traits on business performance. Journal of Enterprising Communities People and Places in The Global Economy, 13(4): 438-454.

Taylor, E.S., Peplau, L.A., & Sears, D.O. (2015). Psikologi Sosial Edisi Kedua Belas. Jakarta: Prenadamedia Group.

Undang-Undang Dasar 1945 No. 9 Tahun 1998. https://www.bphn.go.id/data/documents/98uu009.pdf

Undang-Undang Dasar 1945 No. 12 Tahun 2012. https://lldikti8.ristekdikti.go.id/2019/02/05/undang-undang-republik-indonesia-nomor-12-tahun-2012-tentang-pendidikan-tinggi/

Downloads

Published

2021-12-20