Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Pupuk Organik Limbah Kotoran Kambing (Kohembing) Bubuk

Authors

  • A.Erna Sriwahyuningsih Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Arman Arman Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Rismawaty Rusdi Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Parepare

DOI:

https://doi.org/10.35965/eco.v22i3.1827

Keywords:

Aspek Finansial, Aspek Pasar, Aspek Teknis, Nilai Tambah, Pupuk Organik

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai tambah pupuk organik bubuk yang berasal dari limbah kotoran kambing (kohembing) dan aspek kelayakan usahanya dari aspek pasar, tekhnis dan finansial. Metode penelitian menggunakan analisis nilai tambah Hayami. Hasil penelitian menunjukkan nilai tambah pupuk organik kohembing bubuk yaitu Rp. 3.865/kg dengan rasio sebesar 57%. Margin keuntungan sebesar Rp. 6.565/kg dengan rasio 49,7%. untuk aspek pasar lebih meluas melalui penggunaan digital marketing seperti fb, wa, messenger dan marketplace serta kemitraan pada toko pertanian, pada aspek tekhnis diperkuat oleh tampilan produk yang bersih dan penggunaan kemasan plastik putih. Pada aspek finansial dirasa cukup menguntungkan dengan profitabilitas sebesar Rp. 249.540/produksi, pendapatan sebesar Rp. 246.299/produksi dengan besaran R/C ratio sebesar 3.495.

The purpose of this study is to analyze the added value of organic powder fertilizer derived from goat manure waste (kohembing) and aspects of business feasibility from market, technical and financial aspects. The research method uses Hayami value-added analysis. The results showed the added value of powdered kohembing organic fertilizer, which was Rp. 3,865 / kg with a ratio of 57%. The profit margin is Rp. 6,565/kg with a ratio of 49.7%. For the market aspect is more widespread through the use of digital marketing such as Facebook, WhatsApp, Messenger and marketplace as well as partnerships in agricultural stores, in the technical aspect is strengthened by the clean appearance of products and the use of white plastic packaging. In the financial aspect, it is considered quite profitable with profitability of Rp. 249,540 / production, the revenue of Rp. 246,299/production with an R/C ratio of 3,495.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adwimurti Y, dkk. (2022). Peningkatan Ekonomi Masyarakat Miskin Melalui Pemanfaatan limbah Kelapa. Jurnal Akuntansi, Keuangan, Pajak dan Informasi (JAKPI). Volume 2 No 1 juni 2022 hal 56 – 72.

Arisandy, S.D, Jani J dkk (2019). Analisis Niai Tambah dan Perkembangan Usaha Agroindustry Asap Cair Tempurung Kelapa Pada CV Prima Rosandries Di Desa Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 3(2), 244-255

Cipta Panji Utama, Sudarma Widjaya, Eka Kasymir (2016), meneliti mengenai Analisis Kelayakan Finansial dan Nilai Tambah Agroindustri Serat Sabut Kelapa (Cocofiber) di Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan

Kembaren, E.T & Muchsin (2021). Pengelolaan Pasca Panen Kopi Arabika Gayo Aceh. Jurnal Visioner & Strategis vol 10 (1) hal 29-36.

Mawarni MM dan Maria. (2021). Nilai Tambah Snack Sayuran Organik UD Jibariz di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Jurnal Ziraa’ah Vol 46 No 3 Oktober 2021 hal. 288-298.

Prasetyo P, dkk. 2016. Analisis Kelayakan Usaha Produksi Pupuk Organik di Kabupaten Purworejo. Jurnal Kesejahteraan sosial Vol. 3 No 1, 13-26.

Prasetyo, D.P., Abdul W.M & Silvana M. (2018). Analisis Nilai Tambah Nira Kelapa Pada Agroindustri Gula Merah Kelapa Kasus Pada Agroindustri Gula Merah desa Karangrejo Garum Blitar. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 2 (1), 41-51

Rosita, dkk (2019). Analisis Usaha, Nilai tambah dan Kesempatan kerja Agroindustri Tahu di Bandar Lampung. Jurnal JIIA Volume 7 No. 2 Mei 2019 ; hal 211-218.

Soekartawi, 2002. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. Universitas Indonesia. Press, Jakarta.

Subagyo, A. 2007. Studi Kelayakan. Teori dan Aplikasi. Jakarta, Gramedia.

Suwarsono. 2000. Studi Kelayakan Proyek. Unit Penerbit dan Pencetak AMP YPKN, Yogyakarta

Uletika N, dkk.2014. Analisis Kelayakan Tekhnis, Pasar dan Finansia Pengolahan Salyca dalam sirup di Kabupaten Banjarnegara. Jurnal Dinamika rekayasa Vol. 10 No. 2 Agustus 2014

Wibowo, dkk (2022). Analisis nilai tambah pengolahan biji kopi arabika (studi kasus Rumah kopi Banjarsengon Banten). Jurnal Agrotekhnologi Vol. 16 No. 01 Hal 37-48.

Published

2022-12-30