Penanaman Karakter Peduli Sosial dan Lingkungan Melalui Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial

Authors

  • Masita Pendidikan Ekonomi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Indonesia Timur
  • Nurdin Nurdin Pendidikan Ekonomi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Indonesia Timur
  • Saripuddin Saripuddin Pendidikan Ekonomi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Indonesia Timur https://orcid.org/0009-0006-4086-8535
  • Wahyudi Putera Program Studi Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Buana Makassar https://orcid.org/0000-0001-5165-5777
  • Andi Muh Rusdi Maidin Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bosowa Makassar

DOI:

https://doi.org/10.35965/eco.v23i3.3902

Keywords:

Karakter Peduli Sosial, Lingkungan, Pembelajaran IPAS

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana peran guru dalam menanamkan sikap sosial siswa pembelajaran ilmu pengetahuan Alam dan Sosial UPT SPF SD Inpres Perumnas Kota Makassar, (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat penanaman karakter peduli sosial siswa melalui pembelajaran IPAS, (3) mengetahui bagaimana penanaman sikap disiplin, toleransi, kerjasama, atau gotong royong, tanggung jawab, dan percaya diri siswa melalui yang pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data ini dengan pedoman wawancara yang dibagikan pada narasumber penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa, serta orang tua diUPT SPF SD Inpres Perumas Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Peranan guru yang dilakukan guru di sekolah untuk perkembangan sikap sosial siswa, saat menjalankan berbagai peran sebagai pengajar, informator, organisator, motator, pengarah, fasilitator, mediator,dan serta evaluator, terlebih lagi guru adalah seorang teladan pendidik yang menjadi tokoh panutan, dan identifikasi siswa (i) dan lingkungannya. (2) Faktor pendukung orang tua dan guru juga menjadi penghambat dalam menanamkan sikap sosial pada siswa, di era modern saat ini gadget juga merupakan penghambat bagi siswa dalam berinteraksi dan juga penghambat dalam menanamkan sikap sosial kepada siswa, karena gadget dapat membuat siswa menjadi seorang yang indidualis dan tidak mau bergaul kepada teman-teman sebayanya. (3) Menanamkan sikap sosial melalui pembelajaran di kelas IPAS sangatlah baik guru dilakukan menumbuhkan sikap sosial apalagi di dalam pembelajaran IPAS banyak terdapat materi-materi yang cocok untuk guru dalam menanamkan sikap sosial.

This study aims to( 1) To find out how the role of teachers in instilling students' social attitudes in learning natural and social sciences UPT SPF SD Inpres Perumnas Makassar City,(2) To find out the supporting and inhibiting factors in instilling students' social character through IPAS learning, (3) To find out how the cultivation of discipline, tolerance, cooperation, or mutual cooperation, responsibility, and self-confidence of students through IPAS learning. This research uses descriptive qualitative research. This data collection technique uses interview guidelines distributed to the sources of this research, namely the principal, teachers, and students, as well as parents at SPF SD Inpres Perumas Makassar. The results showed that, 1) The role of teachers carried out by teachers in schools for the development of students' social attitudes, while carrying out various roles as teachers, informators, organisers, motivators, directors, facilitators, mediators, and evaluators, moreover teachers are role models of educators who become role models, and identification of students (i) and their environment. 2) Supporting factors for parents and teachers are also an obstacle in instilling social attitudes in students, in today's modern era gadgets are also an obstacle for students in interacting and also an obstacle in instilling social attitudes in students, because gadgets can make students become individualists and do not want to mingle with their peers. 3) Instilling social attitudes through learning in IPAS classes is very good for teachers to do to foster social attitudes, especially in IPAS learning there are many materials that are suitable for teachers to instil social attitudes.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, R., 2021. Penanaman Sikap Sosial Melalui Pembelajaran IPS Pada Siswa Kelas VI MIS Al-Hafizh Desa Pantai Gemi Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan).

Arif, M., Rahmayanti, J. D., & Rahmawati, F. D. (2021). Penanaman karakter peduli sosial pada siswa sekolah dasar. Qalamuna: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama, 13(2), 289-308.

Astiwi, T.Y.T., 2017. Perbedaan Sikap Sosial Siswa Yang Mengikuti Ekstrakurikuler Olahraga Dengan Siswa Yang Mengikuti Ekstrakurikuler Non Olahraga di SMP N 1 Tempel Kabupaten Sleman. Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, 6(2).

Az-Zahra, F. and Arsyad, S.N., 2020. Peranan Relawan Baca Dalam Meningkatkan Literasi Masyarakat Desa Lembang Lohe Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. KLASIKAL: JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE, 2(2), pp.1-8.

Erliani, S. (2017). Peran Gerakan Pramuka untuk Membentuk Karakter Kepedulian Sosial dan Kemandirian (Studi Kasus di SDIT Ukhwah dan MIS An-Nuriyyah 2 Banjarmasin). Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 7(1), 35-52.

Hamsiah, A., 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Nilai Budaya Sebagai Strategi Pelestarian Budaya. Jurnal Ilmiah Ecosystem, 19(1), pp.10-18.

Isnaini, F.T., 2022. Penanaman Sikap Ketaatan Beribadah Dan Sikap Sosial Pada Siswa Di Smp Negeri 9 Salatiga Tahun Ajaran 2021/2022.

Isnaeni, Y. and Ningsih, T., 2021. Pembentukan Karakter Peduli Sosial Melaui Pembelajaran IPS. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 5(3).

Izzaty, R.E., Suardiman, S.P., Ayriza, Y., Purwandari, H. and Kusmaryani, R.E., 2008. Perkembangan peserta didik. Yogyakarta.

Kayati, N., Minarti, I.B., Siswanto, J. and Wahyu, N.E., 2023. Pembelajaran Ipas Melalui Problem Based Learning Untuk Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah Peserta Didik. Jurnal Konseling Pendidikan Islam, 4(2), pp.237-243.

Muhaemin, B. (2017). Kebijakan Pengembangan Pendidikan. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam, 15(1), 1-14.

Murray, B., Domina, T., Petts, A., Renzulli, L. and Boylan, R., 2020. “We’re in this together”: Bridging and bonding social capital in elementary school PTOs. American Educational Research Journal, 57(5), pp.2210-2244.

Munawwaroh, A., 2019. Keteladanan sebagai metode pendidikan karakter. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 7(2), p.141. Sugiyono, P.D., 2019. Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&d dan Penelitian Pendidikan). Metode Penelitian Pendidikan, 67.

Pratiwi, A.C., Jamaluddin, A.B., Azis, A.A., Arifin, A.N. and Dipalaya, T., 2022. Analisis Kebutuhan Pengembangan E-Module Biologi Dasar untuk Mendukung Pembelajaran Biologi Dasar secara Online. Jurnal Ilmiah Ecosystem, 22(3), pp.525-531.

Ramadhanti, M., & Sumantri, M. S. (2019). Pembentukan Karakter Dalam Pembelajaran BCCT (Beyond Center And Circle Time). Educate: Jurnal Teknologi Pendidikan, 4(1), 9-17.

Santoso, M.A., 2019. Studi Tentang Penanaman Sikap Sosial Melalui Pembelajaran Ips Pada Siswa Sekolah Dasar (Penelitian pada Siswa Kelas V SD Negeri Jambewangi Kecamatan Secang Kabupaten Magelang) (Doctoral dissertation, Skripsi, Universitas Muhammadiyah Magelang).

Shobirin, M.A., 2016. Konsep dan implementasi kurikulum 2013 di sekolah dasar. Yogyakarta: Deepublish.

Downloads

Published

2023-12-30