Karakteristik Pelayanan Jalan AP. Pettarani Dan Dampak Perubahan Ruang Aktivitas Ekonomi Masyarakat Setelah Berfungsinya Jalan Tol Layang AP. Pettarani Kota Makassar

Authors

  • Rikawati Rikawati Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Makassar
  • Murshal Manaf Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa
  • Kamran Aksa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.35965/ursj.v5i2.2706

Keywords:

Pembangunan Jalan Tol, Kinerja Jalan, Dampak Ekonomi, Makassar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis karakteristik sistem jaringan, pergerakan dan sistem aktivitas transportasi pada ruas Jalan AP. Pettarani setelah beroperasinya jalan Tol Layang AP. Pettarani dan menganalisis dampak perubahan fungsi ruang kegiatan ekonomi masyarakat di koridor jalan AP. Pettarani dengan berfungsinya jalan Tol Layang AP. Pettarani dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data Primer dan Sekunder yang digunakan dalam penelitian ini menunjukka kondisi ruas jalan AP.Pettarani sebelum pembangunan jalan tol layang AP.Pettarani berada pada level D – E yang mengartikan volume yang cukup padat dan mendekati kapasitas dengan arus mulai tidak stabil dan kecepatan kendaraan yang rendah, sedangkan hasil  dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja ruas jalan AP. Pettarani  setelah berfungsinya jalan Tol Layang AP.Pettarani berada pada level pelayanan F  yang berarti arus yang terhambat, kecepatan rendah, volume diatas kapasitas, sering terjadi kemacetan pada waktu yang cukup lama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberadaan Tol Layang AP Pettarani belum dapat mengembalikan fungsi jalan AP.Pettarani sebagai jalan Arteri Primer. Dari segi ekonomi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun secara deskriptif  terdapat perbedaan rata-rata pendapatan masyarakat sebelum dan setelah beroperasinya jalan tol layang AP.Pettarani, namun secara statistic tidak terdapat perbedaan rata-rata pendapatan masyarakat  yang signifikan sebelum dan setelah beroperasinya jalan tol layang AP.Pettarani. Output hasil uji deskriptif diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < taraf signifikasi 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, artinya tidak terdapat perbedaan rata-rata pendapatan masyarakat sebelum dan setelah keberadaan jalan tol layang AP. Pettarani.

Pettarani  Road section  after the operation of the AP.Pettarani  Elevated Toll Road. and analyze the impact of changes in the space function of the community's economic activities in the AP. Pettarani  road corridor with the functioning of the AP. Pettarani Elevated Toll Road by using quantitative research methods with a quantitative descriptive approach. The results of analysis of the Primary and Secondary data used in this study show that the condition of the AP. Pettarani road section prior to the construction of the AP. Pettarani elevated toll road was at the D – E level, which means that the volume was quite dense and close to capacity with unstable starting flows and slow vehicle speeds. low, while the results of this study indicate that the performance of the AP. Pettarani after the functioning of the AP. Pettarani Elevated Toll Road is at service level F, which means obstructed flow, low speed, volume above capacity, congestion often occurs for quite a long time. So it can be concluded that the existence of the AP Pettarani Elevated Toll Road has not been able to restore the function of the AP. Pettarani road as a Primary Artery road. From an economic perspective, the results of this study indicate that although descriptively there are differences in the average income of the community before and after the operation of the AP.Pettarani elevated toll road, but statistically there is no significant difference in the average income of the community before and after the operation of the AP. Pettarani elevated toll road. The output of the descriptive test results obtained the value of Sig. (2-tailed) of 0.000 < 0.05 significance level so that it can be concluded that Ho is rejected, meaning that there is no difference in the average income of the community before and after the existence of the AP.Pettarani elevated toll road.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aryunto, P. (2011) Pengaruh Perkembangan Ekonomi Kota terhadap Struktur Ruang Kota (Studi Kasus Kabupaten Gresik). Jurnal Institut Teknologi Sepuluh November, 1-15

Direktorat Jenderal Bina Marga.1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta.

Nursintia, N., & Muktasida, N. N. (2014). Aksesibilitas Hotel Horison Bekasi dengan Mal Metropolitan. Jurnal Pariwisata, 1(1), 8-15.

Pangaribuan, Silvana Monica, 2014. Analisis Dampak Kemacetan Terhadap Sosial Ekonomi Pengguna Jalan di Kota Medan (Studi Kasus: Area Simpang Pos). Skripsi, Medan: Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

Pratiwi, A., Manaf, M., & Aksa, K. (2020). Pengaruh Pembangunan Jalan Tol Layang Terhadap Kondisi Aksesibiltas Jalan A.P Pettarani . Journal of Urban Planning Studies, 1(1), 050-060. Diambil dari https://ejournalfakultasteknikunibos.id/index.php/jups/article/view/17

Downloads

Published

2023-06-30

How to Cite

Rikawati, R., Manaf, M., & Aksa, K. (2023). Karakteristik Pelayanan Jalan AP. Pettarani Dan Dampak Perubahan Ruang Aktivitas Ekonomi Masyarakat Setelah Berfungsinya Jalan Tol Layang AP. Pettarani Kota Makassar. Urban and Regional Studies Journal, 5(2), 177–182. https://doi.org/10.35965/ursj.v5i2.2706

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>