Pelayanan Penjualan Tiket Kapal Laut Di PT. Pelni Cabang Makassar

Authors

  • Dinah Hanifah Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bosowa
  • Nurkaidah Nurkaidah Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bosowa
  • Natsir Tompo Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.56326/jp.v2i1.2187

Keywords:

Pelayanan, SIM, Penjualan, Kapal Laut

Abstract

Makassar dan untuk mengetahui penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di PT Pelni cabang Makassar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta analisis dokumen melalui penelitian di kantor PT. Pelni Cabang Makassar. Model analisis yang digunakan yaitu teknik analisis menurut Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, antara lain reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil menunjukkan bahwa: (1) pelayanan penjualan tiket kapal laut di PT. Pelni Cabang Makassar sudah dapat dikatakan efektif dan efesien, karena konsumen pembeli tiket kapal laut sudah dilayanani dan diarahkan dengan baik, sehingga konsumen atau calon penumpang kapal laut tidak merasa kebingunggan. PT. Pelni cabang Makassar juga sudah melakukan pelayanan dengan semestinya dan mengikuti aturan yang telah di berlakukan oleh pemerintah dan SOP yang berlaku di PT. Pelni itu sendiri. Kejelasan, kepastian waktu, dan tanggung jawab yang dilakukan oleh petugas loket sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku di PT. Pelni Cabang Makassar, dan membuat para konsumen menjadi lebih nyaman saat melakukan transaksi pembelian tiket kapal laut; (2) Sistem informasi managemen di PT. Pelni Cabang Makassar bisa dikatakan sudah berjalan dengan efektif dan efesien, karena dalam hal pengambilan keputusan, pembagian tugas, dan komunikasi yang dilakukan oleh atasan dalam hal ini kepala urusan SDM & umum dan beberapa staff melakukan perencanaan secara matang sehingga hal itu dapat menghindari miss komunikasi dan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Pembagian tugas yang dilakukan juga melalui seleksi dan pelatihan yang dapat meminimalisir terjadinya kesalahan dalam melakukan pekerjaan

This study aims to determine the HR in ship ticket sales services at PT. Pelni Makassar branch and to determine the application of Management Information Systems (SIM) at PT Pelni Makassar branch. Data were collected through observation, interviews, and document analysis through research at the PT. Pelni Makassar branch office. The analytical model used is the analytical technique according to Miles and Huberman which consists of three streams of activities that occur simultaneously, including data reduction, data presentation, as well as drawing conclusions and verification.  The results show that: (1) the ship ticket sales service at PT. Pelni Makassar Branch can be said to be effective and efficient, because consumers who buy ship tickets have been served and directed properly, so that consumers or prospective ship passengers do not feel confused. PT. Pelni Makassar branch has also carried out services properly and followed the rules that have been enforced by the government and the SOPs that apply at PT. Pelni itself. Clarity, certainty of time, and responsibilities carried out by counter officers are in accordance with applicable regulations at PT. Pelni Makassar Branch, and make consumers more comfortable when making transactions to purchase ship tickets; (2) The management information system at PT. Pelni Makassar Branch can be said to have been running effectively and efficiently, because in terms of decision making, division of tasks, and communication carried out by superiors in this case the head of HR & general affairs and some staff do planning in a comprehensive manner. so that it can avoid miscommunication and mistakes in decision making. The division of tasks is also carried out through selection and training which can minimize the occurrence of errors in doing work

References

Anggara, Sahya, and Ii Sumantri. 2016. Administrasi Pembangunan: Teori Dan Praktik. Bandung: CV Pustaka Setia.

Durrotun Nabila, Layli. 2019. Karakteristik Pelayanan, Proses Pelayanan, dan 8 Elemen terpenting Pelayanan.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 28 Tahun 2016

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Angkutan Laut.

Siagian, Sondang P.1980. Filsafat Administrasi. Jakarta. Gunung Agung.

Silalahi,M.A. Drs.Ulbert. 2018.Studi Tentang Ilmu Administrasi. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Stoner, James A.F.1992. Manajemen Jilid 2 Edisi kedua. Jakarta:Erlangga.

Sugiono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Swastha, Basu. 1993. Manajemen Penjualan. Yogyakarta: BPEE.

tentang Kewajiban Penumpang Angkutan Penyeberangan Memiliki Tiket.

The Liang Gie. 1979. Administrasi Perkantoran Modern. Yogyakarta: Pertjetakan Radya Indria.

Universitas, Badan Peninjau Mutu. 2019. Pedoman Pembuatan standar Operasional Prosedur (SOP). https://bpm.uai.ac.id/wp-content/uploads/2022/03/Pedoman-Pembuatan-Standar-Operasional-Prosedur-SOP-2019.pdf (Diakses pada tanggal 25 April 2022)

Wijaya, Hendri. 2017. Penerapan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Publik.

Winardi. 1990. Manajemen Perkantoran Modern. Bandung: Maju Mundur.

Downloads

Published

2023-01-30