Analisis Pasokan Komoditi Unggulan Pada Pengembangan Wilayah di Kabupaten Jeneponto

Authors

  • E.A. Karimeng Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Progra, Pascasarjana, Universitas Bosowa
  • Murshal Manaf Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Program Pascasarjana, Universitas Bosowa
  • Agus Salim Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kpta Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.35965/ursj.v1i2.1082

Keywords:

Guna Lahan, Kependudukan, Aksebilitas, Permasalahan, Perkotaan

Abstract

Pengembangan wilayah sebagai konsekwensi atas berbagai faktor unggulan disuatu wilayah, Kabupaten Jeneponto sebagai wilayah studi memiliki komoditas unggulan dari berbagai komoditas yang ada, yaitu komoditas disector perkebunan palawija, salahsatu unggulan jenis tanaman palawija adalah tanaman jagung. Rumusan masalah yaitu bagaimana pengaruh jarak dan waktu tempuh terhadap distribusi dari asal kepemasaran, bagaimana komoditas unggulan, dan komparasi jenis komoditas unggulan terhadap pengembangan wilayah. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh jarak tempuh, komoditas unggulan dan komparasi unggulan jenis palawija terhadap pengembangan wilayah. Jenis penelitian merupakan deskriptif analisis kualitatif melalui jawaban responden yang diambil diwilayah penelitian yaitu di Kecamatan, Binamu, Batang dan Arungkeke di Kabupaten Jeneponto selanjutnya tabulasi data diproses dengan menggunakan software Regresi linear Berganda dan metodep rosentase. Hasil pembahasan yaitu bahwa ketiga variabel jarak tempuh, jenis komoditas unggulan dan komparasi unggulan memiliki pengaruh terhadap pengembangan dan model regresi yang diperoleh yaitu Y = 0,186 + 0,420.X2 + 0,531.X3 (R2= 0,924).  Berdasarkan persamaan model pada pengembangan wilayah masyarakat memberikan respon sebesar 58 dari 100 atau 58% responden menyatakan berpengaruh, 69 atau 69% mengetahui komoditas unggulan untuk pengembangan wilayah di Kabupaten dan 54 dari 100 atau 54% mengetahui jagung sebagai unggulan komparatif di Kabupaten Jeneponto

Regional development as a consequence of various superior factors in one region, Jeneponto Regency as the study area of having superior commodities from various existing commodities, namely commodity of vegetable crops, one of the main types of crops is corn. The formulation of the problem is how the influence of distance and travel time on the distribution of the origin of the market, how the commodities are superior, and the comparison of the types of superior commodities to the development of the region. The purpose of the study was to analyze the effect of mileage, superior commodities and superior comparability of secondary crops on regional development. This type of research is descriptive qualitative analysis through the answers of respondents taken in the research area, namely in Districts, Binamu, Batang and Arungkeke in Jeneponto Regency, then tabulation of data is processed using Multiple Linear Regression software and percentage method. The results of the discussion are that the three variables of distance, the types of superior commodities and superior comparability have an influence on the development and regression models obtained, namely Y = 0.186 + 0.420.X2 + 0.531.X3 (R2 = 0.924). Based on the model equation on community development, the response was 58 out of 100 or 58% of respondents said that influential, 69 or 69% knew of superior commodities for regional development in the Regency and 54 out of 100 or 54% knew that corn was a comparative superiority in Jeneponto Regency

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurahman, Benjamin. 2005. Pemahaman Dasar Regional Management & Regional Marketing: Instrumen Strategis Pembangunan Wilayah dan Kota dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi dan Implikasi Pelaksanaan Otonomi Daerah. Semarang: Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP) Jateng.

Alkadri, Muchdie dan Suhandojo. 2001. Tiga Pilar Pengembangan Wilayah: Sumberdaya Alam, Sumberdaya Manusia dan Teknologi. Jakarta: Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengembangan Wilayah. BPPT.

Ambardi, U. M. dan Socia, P., 2002. Pengembangan Wilayah dan Otonomi Daerah, Jakarta: Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengembangan Wilayah.

Anwar, 2012. Analisis Daya Saing Komoditi Rumput Laut Melalui Pendekatan Policy Aanalysis Matrix (PAM) Di Kabupaten Lombok Timur,p.unram.ac.id/data/2012/ 04/5Anwar.pdf.

Budiharsono. 2002. Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan. Jakarta: Pradnya Paramita

Brata, A.G, 2002. Pengeluaran pemerintah daerah dan konvergensi pendapatan per kapita: Studi Kasus Jawa Tengah (1995/1996-1998/1999).

Choudhury Abud, Abdullahil Azem, Zaheed Halim, 2010, “Effect on Information and Knowledge Sharing on Supply Chain Performance: A Survey Based Approach”, JOSCM.

Desembriarto, D, 2000. Konvergensi produk domestik regional bruto per kapita 26 propinsi diIndonesia periode 1977-1997, Tesis Program Studi IESP PPS-UGM Yogyakarta.

Elmi, B, 2003. Studi peningkatan ekonomi dan keuangan Kabupaten Lampung Utara, Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan, vol. 7, no.1, maret, hal. 81-109.

Friedman, John and Allonso. (2008). Regional Economic Development and Planning. Mars. MIT Press.

Gujarati D., 1999. Ekonometrika Dasar Cet. 6, Alih Bahasa Sumarno Zain, Erlangga Jakarta.

Martin, Ronald L 2009. A Study on the Factors of Regional Competitiveness, Cambridge Econometric, University of Cambridge.

Rustiadi E, Saeful Hakim S, Panuju DR, 2011. Perencanaan Pengembangan Wilayah Edisi Ketiga. Jakarta: Crestpent Press Yayasan Obor Indonesia.

Sugiono, Soetomo 2002, Dari Urbanisasi ke Morfologi Kota: Mencari Konsep Pembangunan Tata Ruang Kota Yang Beragam”. Universitas Diponegoro presse, Semarang.

Tarigan, R. 2005. Perencanaan Pembangunan Wilayah, Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.

Triutomo, S., 2001. Pengembangan Wilayah Melalui Pembentukan Kawasan Ekonomi Terpadu dalam Tiga Pilar Pengembangan Wilayah, Jakarta: BPPT

Downloads

Published

2019-06-30

How to Cite

Karimeng, E., Manaf, M., & Salim, A. (2019). Analisis Pasokan Komoditi Unggulan Pada Pengembangan Wilayah di Kabupaten Jeneponto. Urban and Regional Studies Journal, 1(2), 38–42. https://doi.org/10.35965/ursj.v1i2.1082

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3