Pengembangan Infrastruktur Jaringan Jalan Terhadap Pelayanan Perkotaan Barru Kabupaten Barru

Authors

  • Syamsubaird Syarifuddin Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Makassar
  • Batara Surya Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa
  • Kamran Aksa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.35965/ursj.v4i2.1461

Keywords:

Jaringan Jalan, Pelayanan Perkotaan, Strategi, Basis dan Non Basis

Abstract

Penelitian ini untuk mengkaji dan menganalisis jaringan jalan sebagai determinan pembentukan struktur pelayanan ekonomi perkotaan Barru dan mengkaji strategi pengembangannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jaringan jalan perkotaan Barru dari bentuk jalan, fungsi jalan, ukuran jalan dan konstruksi jalan menunjukkan peran masing-masing. Semakin luas cakupan fungsi jalan maka pembentukan struktur pelayanan ekonomi semakin baik, semakin besar ukuran jalan maka pembentukan struktur pelayanan ekonomi dapat tumbuh dengan baik dan semakin baik konstruksi jalan maka pembentukan struktur pelayanan ekonomi dapat berjalan dengan lancar. Sementara variabel bentuk jalan tidak secara signifikan sebagai determinan pembentukan pelayanan ekonomi perkotaan Barru. Strategi pengembangan melalui Streght-Opportunities (SO), sebaiknya mempertimbangkan; Lokasi layanan disesuaikan dengan penetapan pengembangan kota oleh Pemerintah; Pemanfaatan teknologi; memanfaatkan kegiatan pembinaan SDM; serta meningkatkan jenis produk yang melalui akses pemodalan. Strategi Weaknesses Oportunities (WO), memanfaatkan akses permodalan untuk pendirian layanan; memanfaatkan perkembangan teknologi; memperhitungkan tempat parkir kendaraan; dan mendirikan layanan dengan memperhitungkan jenis layanan sekitar. Strategi Strengths Threat (ST) mengembangkan daya saing; menjaga kualitas layanan; dan fleksibilitas layanan menghadapi pandemic covid19. Strategi Weaknesses Threats (WT) mempertahankan kualitas layanan; meningkatkan fungsi managemen menghadapi pandemic covid19; menyiapkan layanan parkir; menjalin hubungan baik dengan konsumen; dan penawaran khusus. Sementara untuk layanan ekonomi kategori basis di Kelurahan Sumpang Binangae dan Kelurahan Mangempang adalah jenis butik, electon, dan alat listrik, sementara yang non basis adalah jasa angkutan, rental mobil. Dikelurahan Coppo dan Tuwung sektor basis adalah rental/sewa mobil dan pencucian mobil, non basis adalah butik, depot air minum/galon, electon, dan fotocopy dan ATK.

This research is to study and analyze the road network as a determinant of the formation of the urban economic service structure of Barru and to examine its development strategy. This study is quantitative research with a descriptive approach. The results showed that the Barru urban road network from the shape of the road, the function of the road, the size of the road and the road construction showed their respective roles. The wider the scope of road functions, the better the formation of the economic service structure, the larger the size of the road, the better the formation of the economic service structure, and the better the road construction then the formation of the economic service structure can run smoothly. Meanwhile, the road form variable is not as significant as the determinant of the formation of urban economic services in Barru. Development strategy through Streght-Opportunities (SO), should consider; The location of the service is adjusted to the determination of city development by the Government; Utilization of technology; take advantage of HR development activities; as well as increasing the types of products through access to capital. Weaknesses Opportunities (WO) strategy, utilizing access to capital for service establishments; take advantage of technological developments; take into account the vehicle parking space; and set up services taking into account the types of services around. The Strengths Threat (ST) strategy develops competitiveness; maintain service quality; and service flexibility in the face of the COVID-19 pandemic. Weaknesses Threats (WT) strategy maintains service quality; improves management functions to deal with the COVID-19 pandemic; sets up parking services; establishes good relations with consumers; and special offers. Meanwhile, the basic category of economic services in Sumpang Binangae and Mangempang sub-districts are boutique, electon, and electrical equipment, while non-basic services are transportation and car rental services. In Coppo and Tuwung sub-districts, the basic sector is car rental and car wash, non-base is boutique, drinking water depot/gallon, electon, and photocopy and stationery.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Pratiwi, A., Manaf, M., & Aksa, K. (2020). Pengaruh Pembangunan Jalan Tol Layang Terhadap Kondisi Aksesibiltas Jalan A.P Pettarani . Journal of Urban Planning Studies, 1(1), 050-060. Diambil dari https://ejournalfakultasteknikunibos.id/index.php/jups/article/view/17

Ahmadi, Abu. Dan Supriyono, Widodo. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Asoka, Gilbert W.N. et al. (2013). Effects of Population Growth on Urban Infrastructure and Services: A Case ofEastleigh Neighborhood Nairobi, Kenya. Journal of Anthopology & Archaeology. June 2013 pp. 41-56

Cahyani Mokoginta, R., Syafri, S., & Jufriadi, J. (2021). Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Kawasan Jalan Hertasning Baru Kelurahan Kassi-Kassi Kota Makassar. Journal of Urban Planning Studies, 1(2), 204-214. https://doi.org/10.35965/jups.v1i2.65

Maupa, H. (2004). Faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan usaha kecil di Sulawesi Selatan. Disertasi program pascasarjana Unhas. Tidak dipublikasikan.

Lesceviva, M, 2004, Rural Entrepreneurship Success Determinant, UnpublishedWorking Papers, Faculty of Economics, Latvian University of Agriculture, Eksjo, Latvian

McCormick, D., M.N. Kinyanjui and G. Ongile., 1997, Growth and Barriers to Growth Among Nairobi, s Small and Medium Size Garment Producers. World Dev., Vol.25, No.7, pp. 1095-1110

Muta’ali, Lutfi, 2015. Teknik Analisis Regional Untuk Perencanaan Wilayah Tata Ruang dan Lingkungan. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Parahyang Sari, S. K., & Rudiarto, I. (2018). Kajian Pelaksanaan Penyediaan Utilitas Umum Perkotaan Terpadu Kabupaten Temanggung. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 14(2), 123-130. https://doi.org/10.14710/pwk.v14i2.18397

Rasyidi, E. S., Sandi, R., & Buraerah, M. F. (2020). Monitoring Perubahan Suhu Ibu Kota Negara Tahun 1993-2019 Menggunakan Citra Satelit Landsat (Studi Kasus: Jakarta, Singapura, Kuala Lumpur Dan Bangkok). Jurnal Ilmiah Ecosystem, 20(1), 50-58.

Suharyadi & Purwanto.(2004). Metodologi Penelitian.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta : Bandung.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.CV

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.CV

Supriyadi. 2005. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Rosda Karya.

Downloads

Published

2022-06-30

How to Cite

Syarifuddin, S., Surya, B., & Aksa, K. (2022). Pengembangan Infrastruktur Jaringan Jalan Terhadap Pelayanan Perkotaan Barru Kabupaten Barru. Urban and Regional Studies Journal, 4(2), 50–61. https://doi.org/10.35965/ursj.v4i2.1461

Most read articles by the same author(s)