Penambahan Limbah Las Karbit Sebagai Filler Pada Campuran Lapisan Tipis Aspal Beton Degan Variasi Perendaman

Authors

  • Arfan Bela Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Abd. Rahim Nurdin Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Nurhadijah Yunianti Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.56326/jptsk.v1i3.3029

Keywords:

Waste, Carbide Welding, Fillers, Thin Layer Mix, Asphalt Concrete, Soaking Variations

Abstract

Upaya untuk meningkatan kualitas perkerasan jalan (aspal) dilakukan salah satunya dengan menambahkan bahan pengisi yang bervariasi guna mendapatkan kualitas aspal yang baik. Untuk mengurangi keterbatasan filler, limbah las karbit bisa dijadikan sebagai bahan pengganti sebagian filler. Sisa las karbit melimpah sebagai limbah. Ketersediaan limbah las karbit di indonesia mudah didapat serta limbah las karbit lebih tahan terhadap perubahan suhu, sehingga lapis permukaan jalan mampu menahan deformasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh penambahan bahan limbah las karbit sebagai filler terhadap sifat dan karakteristik dari campuran aspal panas dengan variasi perendaman dan Untuk mengetahui penambahan limbah las karbit yang menghasilkan nilai stabilitas maksimal terhadap variasi perendaman. Penelitian ini menggunakan agregat kasar (batu pecah 1-2 dan batu pecah 0,5-1 ), agregat halus (abu batu) dan limbah las karbit. Pembuatan benda uji dengan Kadar Karbit 20%, 30% dan 40%. Perawatan benda uji dilakukan dengan perendaman pada Suhu 60o C dengan waktu, 3, 7, dan 14 hari. Penambahan limbah las karbit yang paling meningkat dan perendaman pada STABILITAS, FLOW, VIM, VFA dan MQ terdapat pada limbah las karbit STABILITAS 20% yaitu 1141.54, perendaman 3 hari dan yang paling menurun yaitu perendaman 14 hari 40% 1066.44. Hasil pengujian Marshall Test variasi bahan tambah limbah karbit penambahan yang terbaik yaitu 20% dengan perendaman 3 hari. Namun penambahan kadar yang lain juga masih dalam batas spesifikasi.

References

Anonim, 1991,SNI 06-2489-1991,”metode pengujian campuran aspal dengan alat marshall,” badan standar nasional Jakarta.

Anonim, 2006, “ pedoman penuntun dan tata cara cara penulisan penulisan tugas akhir,”JST FT Universitas Bosowa Makassar

Anonim, 2014. Bahan Kuliah Rekayasa Tanah dan Perkerasan Jalan Raya. Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas “45” Makassar.

Anonim, 2014. Penuntun Praktikum Laboratorium Jalan dan Aspal. Jurusan Sipil Fakultas Teknik “45” Makassar.

BALITBANG-PU dan Direktorat Jendral Bina Marga. 2007. Modul, Training of trainer (TOT). Jakarta.

Depertemen pekerjaan umum,” pedoman perencanaan campuran beraspal,”No 76/KPTS/Db/1999, pedoman teknik, Desember 1999.

Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Undang-Undang Republik Indonesia No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Direktorat Jendral Bina Marga. 2018. Petunjuk pelaksanaan lapisan aspal beton untuk jalan raya kemenrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Jakarta.

Direktorat Jendral Bina Marga. 2018. Spesifikasi Umum 2018 untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan. Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat : Jakarta.

Direktorat Jendral Bina Marga. 2018. Spesifikasi Umum devisi 6 perkerasan aspal, kementrian umum dan perumahan rakyat. Jakarta. Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat : Jakarta

Nurdin Rahim, .”manual perkerasan campuran beraspal panas”

Nurdin Rahim, bahan ajar perkerasan jalan raya, jurusan sipil Fakultas Teknik Universitas Bosowa

Silvia sukman, perkerasan lentur jalan raya, nova, bandung,1999.

Silvian sukman, 2012. Beton aspal campuran panas. Institute teknologi bandung.

Sitanggan, Yasinta, Lisna.2010. Pengaruh Penggunaan limbah las karbit Sebagai pengisi (filler) Bahan tambah terhadap karakteristik Beton aspal. Yogyakarta, Universitas Jaya Yogyakarta.

Sukirman, Silvia. 1999. Perkerasan Lentur Jalan Raya. Bandung, Nova.

Sukirman, Silvia. 2003. Beton Aspal Campuran Panas. Grafika Yuana : Bandung.

Downloads

Published

2023-09-30