Pengaruh Transformasi Spasial Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Dan Penurunan Kualitas Lingkungan Pada Wilayah Pinggiran Kecamatan Betoambari Kota Baubau

Authors

  • Muumin Muuzi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Program Pascasarjana, Universitas Bosowa
  • Batara Surya Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa
  • Haeruddin Saleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.35965/ursj.v5i2.2698

Keywords:

Transformasi Spasial, Sistem Transportasi, Perubahan Sosial Ekonomi, Penurunan Kualitas Lingkungan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah transformasi spasial bekerja sebagai determinan perubahan sosial ekonomi masyarakat pada wilayah pinggiran Kecamatan Betoambari, serta menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung transformasi spasial, perubahan tata guna lahan, dan sistem transportasi terhadap penurunan kualitas lingkungan melalui perubahan sosial ekonomi masyarakat pada wilayah pinggiran Kecamatan Betoambari Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis yang digunakan adalah analisis korelasi person dan analisis jalur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa transformasi spasial yang kemudian mendorong berkembangnya fungsi-fungsi perkotaan baru, peningkatan aksesibilitas, peningkatan nilai lahan, dan juga penyediaan lapangan kerja di wilayah pinggiran Kecamatan Betoambari telah memberikan berdampak yang signifikan terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat lokal baik pada aspek tingkat pendidikan, mata pencaharian, karakteristik rumah tinggal, dan juga tingkat pendapatan. Selanjutnya, hasil analisis path menunjukan bahwa transformasi spasial, perubahan tata guna lahan, dan sistem transportasi berpengaruh langsung secara signifikan terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat. Transformasi spasial, perubahan tata guna lahan, sistem transportasi, dan perubahan sosial ekonomi masyarakat berpengaruh langsung secara signifikan terhadap penurunan kualitas lingkungan. Transformasi spasial, perubahan tata guna lahan, dan sistem transportasi berpengaruh tidak langsung secara signifikan terhadap penurunan kualitas lingkungan melalui perubahan sosial ekonomi masyarakat pada wilayah pinggiran Kecamatan Betoambari.

This study aims to examine and analyze the extent to which spatial transformation works as a determinant of socioeconomic change in the suburbs of Betoambari District, as well as to examine and analyze the direct and indirect effects of spatial transformation, land use change, and transportation systems on the socioeconomic dynamics of the community and environmental quality degradation in the outskirts of Betoambari District, Baubau City. This study uses a quantitative approach with analytical techniques: person correlation analysis and path analysis. The results of this study indicate that the spatial transformation, which then encourages the development of new urban functions, increased accessibility, increased land value, and also the provision of employment in the suburbs of Betoambari District, has had a significant impact on socioeconomic changes in local communities both in terms of education level, livelihood, housing characteristics, and also income level. Furthermore, the results of the path analysis show that spatial transformation, land use change, and transportation systems have a significant direct effect on the socioeconomic changes of the community. Spatial transformation, changes in land use, transportation systems, and socioeconomic changes in the community significantly directly affect environmental quality degradation. Spatial transformation, land use change, and transportation systems significantly and indirectly affect environmental quality degradation through socioeconomic changes in the community in the suburbs of Betoambari District.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Basrowi, & Juariyah, S. (2012). Analisis Kondisi Sosial Ekonomi dan Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Srigading, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 7(1). https://doi.org/10.21831/jep.v7i1.577

Dewi, N. K., & Rudiarto, I. (2014). Pengaruh konversi lahan terhadap kondisi lingkungan di wilayah peri-urban kota Semarang (studi kasus: area berkembang kecamatan Gunungpati). Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota, 10(2), 115-126.

Ekawati, J., Hardiman, G., & Pandelaki, E. E. (2018). Pertumbuhan Permukiman di Pinggiran Kota Semarang. Prosiding Temu Ilmiah Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 2018.

Ghozali, I. (2016). Aplikasi analisis multivariete dengan program IBM SPSS 23.

Giyarsih, S. R. (2010). Pola spasial transformasi wilayah di koridor Yogyakarta-Surakarta.

Hardari, P. (2011). Transformasi wilayah peri urban. kasus di Kabupaten Semarang. Jurnal Geografi: Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian, 8(2), 108-117.

Harsono, N. H. P., Syafri, S., & Jufriadi, J. (2020). Pengaruh Pembangunan Makassar New Port Terhadap Sosial Ekonomi Ditinjau Dari Persepsi Masyarakat. Journal of Urban Planning Studies, 1(1), 042-049.

Irawan, B. (2008). Meningkatkan efektifitas kebijakan konversi lahan.

Jamaludin, A. N. (2015). Sosiologi perkotaan: memahami masyarakat kota dan problematikanya.

Lausiry, M. N., & Tumuka, L. (2019). Analisis kondisi sosial-ekonomi masyarakat migran sebelum dan sesudah berada di Kota Timika. JURNAL KRITIS (Kebijakan, Riset, dan Inovasi), 3(1), 2-2.

Mahendra, Y. I., & Pradoto, W. (2016). Transformasi Spasial di Kawasan Peri Urban Kota Malang. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 12(1), 122-126.

Ridwan, S., Fitriadi, F., & Muliadi, M. (2018). Karakteristik kondisi sosial ekonomi masyarakat bantaran sungai karang mumus. Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM), 3(4).

Subroto, T. Y. W. (1997). Pola perubahan spasial daerah pinggiran kota (urban fringe). Media Teknik, 19(1997).

Sudarsono, F. X. (2016). Pengukuran Status Sosial Ekonomi dan Permasalahannya. Populasi, 1(2), Art. 2. https://doi.org/10.22146/jp.10733

Sugestiadi, M. I., & Basuki, Y. (2019, February). Dinamika Pertumbuhan Perkotaan di Kawasan Perkotaan Surakarta. In Seminar Nasional Geomatika (Vol. 3, pp. 609-618).

Sujarweni, V. W. (2014). Metodologi penelitian keperawatan. Yogyakarta: Gava Media.

Surya, B., Salim, A., Hernita, H., Suriani, S., Menne, F., & Rasyidi, E. S. (2021). Land use change, urban agglomeration, and urban sprawl: A sustainable development perspective of Makassar City, Indonesia. Land, 10(6), 556.

Yunus, H. S. (2008). Dinamika wilayah peri-urban: determinan masa depan kota. Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2023-06-30

How to Cite

Muuzi, M., Surya, B., & Saleh, H. (2023). Pengaruh Transformasi Spasial Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Dan Penurunan Kualitas Lingkungan Pada Wilayah Pinggiran Kecamatan Betoambari Kota Baubau. Urban and Regional Studies Journal, 5(2), 212–229. https://doi.org/10.35965/ursj.v5i2.2698