Pengaruh Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Papua Barat

Authors

  • Teguh Syali Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa
  • A. Muhibuddin Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa
  • Haeruddin Saleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.35965/ursj.v3i1.516

Keywords:

Zona Ekonomi Khusus, Pertumbuhan Ekonomi, KEK, Papua Barat

Abstract

Sorong merupakan kota yang sangat strategis karena merupakan pintu masuk dan persinggahan provinsi papua. Sorong juga dikenal sebagai kota perdagangan dan industri jasa karena dikelilingi oleh kawasan kabupaten sumber daya alam yang sangat potensial yang dapat membuka peluang investasi dalam dan luar negeri. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah kawasan dengan batas tertentu untuk melaksanakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu. Kawasan tersebut disiapkan untuk memaksimalkan kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. KEK sorong yang terletak di Selat Sele memberikan keunggulan geoekonomi yaitu potensi di bidang perikanan dan transportasi laut. Lokasi ini juga sangat strategis untuk pengembangan industri logistik, agroindustri, dan pertambangan, sehingga KEK Sorong dikembangkan dengan kegiatan 3 potensi tersebut dan diprediksi dapat menghasilkan investasi sebesar Rp 32,2 triliun pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh KEK Sorong terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat yang dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan untuk mengetahui faktor-faktor signifikan yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Papua Barat dengan analisis regresi linier berganda. Variabel prediksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jasa (X1), industri (X2), tenaga kerja (X3), modal jasa (X4), perdagangan (X5), ekspor (X6) dan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel Y. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KEK sangat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Barat.

Sorong is a very strategic city because it is the doorway and stopover of papua province. Sorong is also well known as city of trade and services industry because it is surrounded by very potential natural resources districts areas that can open the opportunities for domestic and foreign investment. Special Economic Zones (SEZ) are areas with certain limits to carry out the economic functions and obtain certain facilities. Those areas are prepared to maximize industrial activities, export, import, and other economic activities that have high economic value. SEZ sorong which is located in the Sele Strait provides geo-economic advantages namely the potential in the fisheries and sea transportation sectors. This location is also very strategic for development of logistic industry, agroindustry, and mining, so that SEZ sorong was developed by the activities of those three potentials and predicted to be able produce investment of Rp 32.2 trillion in 2025. This study aims to examine and analyze the effect of SEZ Sorong on economic growth of West Papua Province which was analyzed using qualitative descriptive method and to identify significant factors that effecting economic growth in West Papua with multiple linear regression analysis. Predictive variables used in this study are service (X1), industry (X2), labor (X3), service capital (X4), trade (X5), Export (X6) and economic growth as variable Y. The result of this study shows that SEZ is very influential positively on the economic growth of West Papua Province.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almeida, B. (2005). A GIS Assessment of Urban Sprawl in Richmond, Virginia. Blacksburg. Virginia Polytechnic Institute and State University.

Bintarto, R. (1983). Interkasi Kota - Desa dan Permasalahannya. Yogyakarta: Ghalia Indonesia.

Departemen Pekerjaan Umum., 1997, Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), Direktorat Jenderal Bina Marga dan Departemen Pekerjaan Umum Jakarta.

Karakayaci, Z. (2017). The concept of urban sprawl and its causes. The Journal of International Social Research, 9(45), 815–818. doi:10.17719/jisr.20164520658.

Mahmud, A., & Achide, A. S. (2012). Analysis of land use/land cover changes to monitor urban sprawl in keffinigeria. Environmental Research Journal, 6(2), 130–135.

Nasaruddin, M. M., Manaf, M., & Saleh, H. (2020). Pengaruh Pengembangan Kawasan Perumahan Terhadap Sosial Ekonomi dan Minimalisasi Gejala Urban Sprawl. Urban and Regional Studies Journal, 2(1), 15–24.

Slaev, Aleksandar, D., & Nikiforov, I. (2013). Factors of urban sprawl in Bulgaria. SPATIUM International Review, 29, 22–29.

Soetomo, S. (2013). Urbanisasi dan Morfologi, Proses perkembangan peradaban & wadah ruang: Menuju ruang kehidupan yang manusiawi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sudhira, H. ., & Ramachandra, T. . (2007). Characterising urban sprawl from remote sensing data and using landscape metrics. In 10th International Conference on Computers in Urban Planning and Urban Management. Brazil: Iguassu Falls.

Yunus, H. S. (2008). Dinamika Wilayah Peri Urban Determinan Masa Depan Kota. Yogyakarta: Pusataka Pelajar

Downloads

Published

2020-12-07

How to Cite

Syali, T., Muhibuddin, A., & Saleh, H. (2020). Pengaruh Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Papua Barat. Urban and Regional Studies Journal, 3(1), 32–40. https://doi.org/10.35965/ursj.v3i1.516

Most read articles by the same author(s)