HUBUNGAN KERAPATAN LAMUN Enhalus acoroides TERHADAP KERAPATAN ANGGUR LAUT Caulerpa sp. DI PERAIRAN KABUPATEN TAKALAR

Authors

  • Rosdiana Rosdiana Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa
  • Hadijah Hadijah Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa
  • Ratnawati Ratnawati Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.35965/jae.v6i1.3072

Keywords:

Caulerpa sp, Lamun, Kerapatan, Sulawesi Selatan

Abstract

Caulerpa sp atau biasa disebut anggur laut merupakan alga laut yang tergolong dalam kelas Chorophyceae. Lamun merupakan tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang mudah beradaptasi di perairan yang memiliki salinitas yang tinggi di dalam air. Salah satu permasalahan yang di hadapi yaitu pengembangan Caulerpa sp disulawesi selatan, sampai saat ini belum diketahui dengan pasti lokasi budidaya atau sebaran anggur laut (Caulerpa sp). Pengambilan data Caulerpa sp dan Lamun menggunakan metode transek kuadran. Ditemukan dua jenis lamun yaitu Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii. Sedangkan jenis anggur laut yaitu Caulerpa lentillifera dan Caulerpa racemosa. Nilai kerapatan jenis Enhalus acoroides yaitu 63,2 ind/m² dan Thalassia hemprichii yaitu 33,92 ind/m². jenis Enhalus acoroides memiliki kerapatan tertinggi yaitu pada stasiun 1 sebesar 34,24 ind/m² dan stasiun 2 sebesar 28,98 ind/m², kerapatan relatif Caulerpa racemosa yaitu pada stasiun 1 sebesar 83,50% dan stasiun 2 sebesar 68,37%. Caulerpa lentillifera dengan nilai kerapatan relatif pada stasiun 1 16,50% dan stasiun 2 sebesar 31,63%. Nilai kerapatan total jenis lamun sebesar 97,12 ind/m² dengan kondisi kerapatan lamun termasuk dalam skala 3 dengan nilai kerapatan 75-125 ind/m² (agak rapat). Kerapatan relatif anggur laut jenis Caulerpa racemosa sebesar 75,94% dan Caulerpa lentillifera sebesar 24,06%. Hubungan kerapatan jenis lamun terhadap kerapatan anggur laut memiliki korelasi derajat sempurna dengan nilai -923 (0,81 sampai dengan 1,00) dan bentuk hubungannya adalah negatif yang berarti semakin tinggi kepadatan jenis lamun, maka semakin rendah kepadatan relatif anggur laut begitu pula sebaliknya. Hasil analisis uji t diperoleh nilai Sig. sebesar 0,077 > 0,05 (alpha 5%) yang menunjukkan kerapatan jenis lamun tidak berpengaruh terhadap kerapatan relatif anggur laut.

Caulerpa sp or commonly called sea grapes is a marine algae belonging to the Chorophyceae class. Seagrasses are flowering plants (Angiosperms) that are easily adaptable in waters that have high salinity in the water. (Audy & Gosari, 2012). One of the problems faced is the development of Caulerpa sp in South Sulawesi, until now the exact location of the cultivation or distribution of sea grapes (Caulerpa sp) has not been known. Caulerpa sp and seagrass data were collected using the quadrant transect method (Litaay, 2014). Two types of seagrass were found, namely Enhalus acoroides and Thalassia hemprichii. While the types of sea grapes are Caulerpa lentillifera and Caulerpa racemosa. The density value for Enhalus acoroides is 63.2 ind/m² and for Thalassia hemprichii is 33.92 ind/m². the Enhalus acoroides type had the highest density, namely at station 1 of 34.24 ind/m² and station 2 of 28.98 ind/m², the relative density of Caulerpa racemosa was at station 1 of 83.50% and station 2 of 68.37%. Caulerpa lentillifera with a relative density value at station 1 of 16.50% and station 2 of 31.63%. The total density value of seagrass species is 97.12 ind/m² with seagrass density conditions included in a scale of 3 with a density value of 75-125 ind/m² (rather dense). The relative density of Caulerpa racemosa grapes is 75.94% and Caulerpa lentillifera is 24.06%. The relationship between the density of seagrass species and the density of sea grapes has a perfect degree correlation with a value of -923 (0.81 to 1.00) and the opposite form is negative, which means that the higher the density of seagrass species, the lower the relative density of sea grapes and vice versa. The results of the t test analysis obtained the value of Sig. of 0.077 > 0.05 (5% alpha) which indicates the density of seagrass species does not affect the relative density of sea grapes.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anh, N. T. N., Thong, L. Van, Lam, N. P., Thi, T., & Hoa, N. V. 2020. Effects of Water Levels and Water Exchange Rates on Growth and Production of Sea Grape Caulerpa lentillifera J. Agardh 1837. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies. 8(3): 211-216.

Audy, B., & Gosari, J. 2012. Studi Kerapatan dan Penutupan Jenis Lamun di Kepulauan Spermonde. Jurnal Ilmu Kelautan Dan Perikanan, 22(3), 156-162.

Aurora, Minerva, Frida, P, Agung, S, 2014. Analisis Hubungan Keberadaan dan Kelimpahan Lamun dengan Kualitas Air Di Pulau Karimun

Jawa, Jepara. Diponegoro Journal Of Maquares. Vol 3(3), 88-94.

Dahlia, I., Rejeki, S. & Susilowati, T. 2015. Pengaruh Dosis Pupuk dan Substrat yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Caulerpa lentillifera. Journal of Aquaculture Management and Technology. 4(4): 28–34.

Dimas, B.F., Aditya, I., Lili, I,S. 2022. Hubungan Kerapatan Lamun Dengan Kelimpahan Megagastropoda Di Perairan Pulau Miang Besar Kutai Timur. Tropical Aquatic Science. Vol 1(2): 17-23.

Hasni, H., Mulyani, S., & Budi, S. (2023). Pengaruh Rumput Laut Terhadap Peningkatan Kualitas Air Limbah Tambak Udang Intensif. Journal of Aquaculture and Environment, 5(2), 41–44.

Ines, S., Maya, A.F.U., Yar, J. 2020. Identifikasi Jenis Anggur Laut (Caulerpa sp.) Teluk Sepang Kota Bengkulu. Jurnal Perikanan. Volume 10. No. 2: 195-204.

Litaay, C. 2014. Sebaran dan Keragaman Komunitas Makro Algae di Perairan Teluk Ambon. Jurnal Ilmu dan Teknologgi Kelautan Tropis. 6(1): 131-142.

Marwanto. 2017. Kondisi Ekosistem Padang Lamun Di Perairan Desa Mantang Baru Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan

Provinsi Kepulauan Riau. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji. Tanjung Pinang.

MNLH. (2004). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut. Jakarta-Indonesia: Menteri Negara Lingkungan Hidup.

Mambai, R. Y., Salam, S., & Indrawati, E. (2020). Analisis Pengembangan Budidaya Rumput Laut (Euchema cottoni) di Perairan Kosiwo Kabupaten Yapen. Urban and Regional Studies Journal, 2(2), 66-70.

Noor MN. 2015. Analisis Kesesuaian Perairan Ketapang, Lampung Selatan Sebagai Lahan Budidaya Rumput Laut Kappapycus alvarezii. Journal Maspari, 7 (2):91-100.

Numberi, Y., Budi, S., & Salam, S. (2020). Analisis Oseanografi Dalam Mendukung Budidaya Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) Di Teluk Sarawandori Distrik Kosiwo Yapen-Papua. Urban and Regional Studies Journal, 2(2), 71-75.

N, D., A., S., & R., & Jompa, J. (2016). No Title Analisis Kandungan Karotenoid Rumput Laut Caulerpa sp. yang Dibudidayakan di Berbagai Jarak dan Kedalaman. Prosiding Inovasi IPTEKS Perguruan Tinggi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat., 196–201.

Novianti, N., Umar, N. A., & Budi, S. (2022). Pengaruh Berbagai Konsentrasi Anggur Laut Caulerfa Lentillirea Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila. Journal of Aquaculture and Environment, 4(2), 45-49.

Pelealu, G. V., Koneri, R., & Butarbutar, R. R. (2018). Kelimpahan dan Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Air Terjun Tunan, Talawaan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Sains, 18(2), 97-102.

Pradana, F., Apriadi, T., & Suryanti, A. 2020) Komposisi dan Pola Sebaran Makroalga di Perairan Desa Mantang Baru, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Biospecies, 13(2), 22–31. https://doi.org/10.22437/biospecies.v13i2. 8513.

Pranowo, W.S., Wahyudi, A.J., Kurniawan, F., Antiaja, V., Triyono, Hardono, J., Wirasantosa, S., Nelly E. 2019. Pedoman Pengukuran Karbon di Ekosistem Padang Lamun. Bandung (ID): ITB Press.

Santi, M.S., Zulkifli, Efriyeldi. 2018. Hubungan Kerapatan Rumput Laut Dengan Kepadatan Makro Epizoobentos Di Pantai Nirwana Kota Padang. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Riau.

Sanger G. Rarung LK. Kaseger BE. Timbowo S. 2017. Composition of pigments and antioxidant activity in edible seaweed Halimenia durvilae obtained from North Sulawesi. International Journal of Chemical Technology Research. 10(15): 255-262.

Septian. E. A. 2016. Tingkat Kerapatan Dan Penutupan Lamun Di Perairan Desa Sebong Pereh, Bintan. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Tanjung Pinang.

Septiyaningrum, I., Utami, M. A. F., & Johan, Y. 2020. Identifikasi Jenis Anggur Laut (Caulerpa sp.) Teluk Sepang Kota Bengkulu. Jurnal Perikanan Unram, 10(2), 195-204.

Wahyu, F. 2017. Analisis Hubungan Tingkat Produksi dengan Tingkat Pendapatan Petani Rumput Laut Di Desa Baruga Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Jurnal Balik Diwa. Vol 8.

Zarfen. 2017. Hubungan Kerapatan Lamun dengan Kualitas Perairan Desa Kelong, Kabupaten Bintan. [Skripsi] Universitas Maritim Raja Ali Haji. Tanjung Pinang.

Downloads

Published

2023-12-30

How to Cite

Rosdiana, R., Hadijah, H., & Ratnawati, R. (2023). HUBUNGAN KERAPATAN LAMUN Enhalus acoroides TERHADAP KERAPATAN ANGGUR LAUT Caulerpa sp. DI PERAIRAN KABUPATEN TAKALAR. Journal of Aquaculture and Environment, 6(1), 61–66. https://doi.org/10.35965/jae.v6i1.3072

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2