PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI, BIAYA PEMASARAN DAN VOLUME PENJUALAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI KENTANG DI KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN

Authors

  • Arnas Hasanuddin Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Bosowa
  • Miah Said Program Studi Manajemen Program Pascasarjana Universitas Bosowa
  • Muhlis Ruslan Program Studi Manajemen Program Pascasarjana Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.35965/jbm.v3i1.590

Keywords:

Petani Ketan, Efisiensi Pemasaran, Pendapatan Usaha

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh variable saluran distribusi (X1), biaya pemasaran (X2) dan volume penjulan (X3) terhadap pendapatan petani kentan (Y). Dan tujuan berikutnya adalah untuk mengetahui saluran distribusi pemasaran yang paling efisien dari petani hingga ke konsumen akhir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan menggunakan 143 responden petani kentan yang ada dilokasi peneklitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable biaya pemasaran (X2) kurang berpengaruh terhadap tingkat pendapatan petani kentan sedangkan hipotesi yang dikemukakan berpengaruh. Adanya temuan yang berbeda dengan hasil uji statika (uji t), dimana biaya pemasaran kurang berpengaruh dibanding variable X1 dan X3, karena pedagang perantara langsung ke lokasi petani sehingga kurang mengeluarkan biaya pemasaran dan secara lagsung mempengaruhi tingkat pedapatan petani. Saluran distribusi yang paling efisien berdasarkan uji formulasi efsiensi pemasaran adalah pada saluran pemasaran yang IV ( dari produsen- pedagang perantara- konsumen = 21,39 ) .Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple jenuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran merupakan variable dominan yang mempengaruhi tingkat pedapatan petani kentan di Kecamatan Tombolo Pao sebesar   0,586 dan disusul pada variable volume penjualan sebesar 0,249.

This study aims to determine how much the influence of the distribution channel variable (X1), marketing costs (X2) and sales volume (X3) on the income of potato farmers (Y). The next goal is to find out the most efficient marketing distribution channel from farmers to the consumers. The research method used was a survey method using 143 respondents of potato farmers who were in the research location. The results show that the marketing cost variable (X2) has less effect on the income level of potato farmers, while the hypothesis stated it has an effect. There are findings that are different from the results of the statistical test (t test), where marketing costs are less influential than variables X1 and X3, because the intermediary traders go directly to the location of the farmers so that they spend less marketing costs and directly affect the level of farmers’ income. The most efficient distribution channel based on the marketing efficiency formulation test is the IV marketing channel (from producer-trader to intermediary-consumer = 21.39). The sampling technique uses saturated simple technique. The results showed that the marketing channel is the dominant variable that affects the income level of potato farmers in the District of Tapio Pao by 0.586 and followed by the variable sales volume of 0.249.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2020-12-07

How to Cite

Hasanuddin, A., Said, M., & Ruslan, M. (2020). PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI, BIAYA PEMASARAN DAN VOLUME PENJUALAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI KENTANG DI KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN. Indonesian Journal of Business and Management, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.35965/jbm.v3i1.590

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>