Analisis Perkembangan Fisikal Rural-Urban Di Kawasan Pinggiran Metropolitan Mamminasata

Studi Kasus: Kecamatan Pattalasssang, Kabupaten Gowa

Authors

  • Muh Fikri Haikal Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa
  • Batara Surya Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa
  • Syafri Syafri Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.35965/ursj.v6i1.3809

Keywords:

Pedesaan-Perkotaan, Perubahan Penggunaan Lahan, Perkotaan, Pedesaan, Mamminasata, Pattalassang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanajemen perkembangan fisik pada kawasan rural-urban Kecamatan Pattalassan, Kabupaten Gowa. Perluasan kota yang mengakibatkan perubahan fisik penggunaan lahan, fungsi lahan dari lahan pertanian atau tidak terbangun menjadi terbangun pada daerah perkotaan, dan memiliki pengaruh perkembangan morfologi, struktur dan ruang. Maka diperlukan kajian terkait seberapa besar perubahan penggunaan lahan dalam 20 tahun perkembangan terakhir sekaligus melihat pola kecenderungan perkembangan, dan bagaimana menentukan kawasan rural-urban fringe serta Penelitian ini meggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis yang digunakan adalah analisis overlay ArcGis dan fishnet ArcGis. Hasil yang ditemukan adalah perubahan penggunaan lahan yang terjadi sebesar 7.7 persen yang sejalan dengan menurunnya hutan dan lahan pertanian, kemudian area perkembangan fisik rural urban sebesar 2100,55 Ha hektar atau setara dengan 28,54 persen dari total luas kota, yang terbagi atas dua klasifikasi yaitu pinggiran dalam (inner fringe) dengan total luas 856,24 Ha dan pinggiran luar (outer fringe) dengan total 1244,32 Ha.

This research aims to manage physical development in the rural-urban area of Pattalassan District, Gowa Regency. City expansion results in physical changes in land use, land function from agricultural or undeveloped land to urban built-up land, and has an influence on the development of morphology, structure and space. So it is necessary to study how much land use has changed in the last 20 years of development as well as looking at development trend patterns, and how to determine rural-urban fringe areas. This research uses a quantitative approach method with the analysis technique used is ArcGis overlay analysis and ArcGis fishing nets. The results found were changes in land use that occurred by 7.7 percent, which was in line with the reduction in forests and agricultural land, so the physical development area of urban villages was 2100.55 hectares or equivalent to 28.54 percent of the total area of the city, which was divided into two classifications. namely the inner suburbs with a total area of 856.24 Ha and the outer suburbs with a total area of 1244.32 Ha.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggiani, Dwi Regita (2023) Analisis Alih Fungsi Lahan Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) (Studi Kasus: Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa). Skripsi, Universitas Hasanuddin

Dahuri, Rokhiman. 2001. Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Pradnya Paramita: Jakarta.

Harahap, Fitri Ramdhani. (2013). Dampak urbanisasi bagi perkembangan kota di Indonesia. Society 1, no. 1 (2013): 35-45.

Karnawati Dwikorita. (2007). Mekanisme Gerakan Massa Batuan Akibat Gempabumi; Tinjauan dan Analisis Geologi Teknik. Jurnal Dinamika Teknik Sipil, Volume 7 Nomor 2 Juli 2007. Hlm. 179-190.

McGee, T. G. (1991). The emergence of desakota regions in Asia: expanding a hypothesis. The extended metropolis: Settlement transition in Asia.

Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 55 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar.

Rossanty, Emy. 2008. Dampak Reklamasi Pantai Marina Kota Semarang. Tugas Akhir Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.

Salam Syamsir., dan Fadilah Amir, Sosiologi Pedesaan, Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2008.

Nur, S. (2022). Analisis Perubahan Pemanfaatan Lahan Pada Kawasan Kota Baru Kabupaten Gowa. Tesis, Universitas Bosowa.

Soehartono, Irawan. 2011. Metode Penelitian Sosial: Suatu Tehnik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial & Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Pt Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Supriharyono, Pelestarian dan Pengelolaan Sumberdaya Alam di Wilayah Pesisir Tropis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2000.

Surya, Batara. (2011) Urbanisasi dan Pertumbuhan Kota. Penerbit Fahmis Pustaka.

Surya, B., Saleh, H., & Ariyanto. (2018). Transformation of metropolitan suburban area (a study on new town development in Moncongloe-Pattalassang Metropolitan Maminasata). In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 202, p. 012027). IOP Publishing.

Surya, B., Saleh, H., & Syafri, D. N. A. A. (2019). Impact and Sustainability of New Urban Area Development in Moncongloe-Pattalassang, Mamminasata Metropolitan. Journal of Southwest Jiaotong University, 54(6).

Downloads

Published

2023-12-30

How to Cite

Haikal, M. F., Surya, B., & Syafri, S. (2023). Analisis Perkembangan Fisikal Rural-Urban Di Kawasan Pinggiran Metropolitan Mamminasata: Studi Kasus: Kecamatan Pattalasssang, Kabupaten Gowa. Urban and Regional Studies Journal, 6(1), 108–114. https://doi.org/10.35965/ursj.v6i1.3809

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>